Gerakan Kolektif di Petak 24, 100 Pohon Ditanam di RPH Kretek Brebes

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Upaya memulihkan hutan negara di wilayah Brebes Selatan memasuki babak baru. Sebanyak 100 pohon ditanam di Petak 24 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kretek, wilayah BKPH Paguyangan, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jumat (9/2/2026).

Aksi ini digelar oleh Gerakan Masyarakat Peduli Alam Semesta Sijampang (GEMPAS Sijampang) bersama puluhan aktivis lingkungan dan pencinta alam. Sekitar 50 orang hadir dalam kegiatan itu.

Selain itu, kegiatan ini juga didukung unsur pemerintah dan aparat keamanan. Di tengah krisis iklim dan tekanan terhadap kawasan hutan, gerakan akar seperti ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak lahir dari wacana, tetapi dari tindakan.

Bacaan Lainnya

Ketua GEMPAS Brebes, Kasor mengatakan, penanaman pohon ini menjadi simbol kesepakatan antara warga Dukuh Sijampang dengan Perhutani untuk mengakhiri penggarapan liar di kawasan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kesepakatan bersama untuk menghentikan penggarapan lahan dan mengembalikan fungsi ekologis kawasan,” ujar Kasor, yang juga Koordinator Rencana Aksi Sijampang.

Petak 24 RPH Kretek sebelumnya mengalami kerusakan signifikan akibat aktivitas penggarapan yang dinilai tidak sesuai peruntukan kawasan hutan. Penanaman ini menjadi langkah awal rehabilitasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes, Mochamad Shodiq, menyebut penanaman 100 pohon sebagai bentuk tanggung jawab kolektif. “Jangan sampai kita biarkan alam rusak. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?,” ujarnya.

Menurutnya, pemulihan hutan tak bisa ditunda. Degradasi kawasan hutan berisiko pada meningkatnya ancaman longsor, krisis air, hingga menurunnya kualitas lingkungan hidup masyarakat sekitar.

AKP Tasudin menyatakan kehadiran kepolisian sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan. “Kami turun untuk mengawal dan mendukung kegiatan penanaman ini. Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Camat Paguyangan, Koko Kusnanto, mengapresiasi inisiatif warga dan relawan. Menurut dia, kepedulian terhadap hutan adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan wilayah Brebes Selatan. “Alam lestari harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya urusan pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Aksi tanam pohon di Petak 24 ini berawal dari potensi konflik penggarapan lahan menuju kolaborasi pemulihan. Aktivis lingkungan yang tergabung dalam aliansi menyatakan komitmennya untuk terus mengawal rehabilitasi kawasan hingga benar-benar pulih.

Pos terkait