MUSI RAWAS, SUARA PANCASILA.ID -Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan “Gerakan Pencegahan stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Desa Air satan, Kabupaten musi rawas”, Rabu, 07 Oktober 2026
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diketuai oleh Yeni Elviani, SKM., S.Kep., Ns., M.Kes. bersama tim pengabdian masyarakat dosen Poltekkes Kemenkes Palembang. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat Desa Air Satan sebagai sasaran edukasi, khususnya dalam upaya meningkatkan pemahaman mengenai stunting, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang anak.
Pada kegiatan tersebut, tim memberikan edukasi mengenai konsep stunting dan dampaknya kepada masyarakat. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar masyarakat dapat mengenali stunting serta memahami pentingnya upaya pencegahan sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan anak.
Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis serta berbagai faktor lainnya, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar sesuai usianya. Stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perkembangan kognitif, kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas hidup anak dalam jangka panjang.
Tim pengabdian juga menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat, tidak hanya tenaga kesehatan. Keluarga memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak, menerapkan pola asuh yang baik, menjaga kebersihan dan sanitasi, serta memanfaatkan pelayanan kesehatan secara rutin untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.
Melalui kegiatan edukasi ini, masyarakat Desa Air Satan diharapkan semakin memahami bahwa stunting dapat dicegah melalui berbagai upaya yang dilakukan secara berkelanjutan. Peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak.
Kegiatan Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung upaya percepatan pencegahan stunting. Dengan adanya pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat secara langsung, diharapkan Desa Air Satan dapat semakin aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai stunting, faktor risikonya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan keluarga untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian masyarakat berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi penggerak dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan Desa Air Satan.











