Harmoni di Tahun Kuda Api: Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Festival Budaya Empat Hari

Klenteng Eng An Kiong Malang menyambut Tahun Baru Imlek 2557 Kongzli. (Foto : Kim)

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID -Memasuki Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Klenteng Eng An Kiong Malang kembali menunjukkan pesonanya sebagai pusat akulturasi budaya. Melalui festival bertajuk “Harmony of Love & Prosperity”, klenteng bersejarah yang terletak di kawasan Kotalama ini menggelar rangkaian perayaan meriah selama empat hari berturut-turut, mulai Sabtu hingga Selasa, 14-17 Febuari 2026.

​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari warga Malang. Area klenteng tidak hanya dipenuhi oleh umat yang beribadah, tetapi juga masyarakat umum yang ingin menikmati bazar UMKM dan berbagai kompetisi seni.

​Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Phan, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum menjelang bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, pihak yayasan memilih konsep yang memadukan kemeriahan dengan penghormatan antarumat beragama.

Bacaan Lainnya

​”Kegiatan ini berlangsung selama empat hari. Meski dikemas dengan nuansa yang lebih sederhana sebagai bentuk toleransi bagi saudara kita umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa, semangat kebersamaannya justru terasa lebih kuat dan meriah,” ujar Rudi Phan saat ditemui di lokasi, Sabtu (14/2).

​Rudi menambahkan bahwa menurut penanggalan Kongzili, tahun ini merupakan Tahun Kuda Api. Ia berharap simbol tersebut menjadi pelecut semangat bagi masyarakat.

​”Kuda Api melambangkan kerja keras dan semangat yang menyala. Harapannya, kita semua tidak mudah lelah, lebih giat bekerja, dan semakin kompak di tahun ini,” tuturnya.

​Selain aspek spiritual, festival ini juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Sebanyak 28 pelaku UMKM dilibatkan untuk mengisi area bazar di dalam klenteng, menyajikan berbagai produk kuliner dan kerajinan.

​”Kami ingin keberadaan klenteng juga memberi dampak ekonomi. Ada 28 UMKM yang ikut meramaikan, dan ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh datang menikmati suasana,” tambah Rudi.

Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Phan saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu, (14/02/2026). (Foto : Kim)


​Sepanjang empat hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi beragam atraksi budaya yang memadukan tradisi Tiongkok dan Nusantara. Berdasarkan jadwal acara, beberapa daya tarik utama.

​Seni tradisional, panitia menyuguhkan pertunjukan Barongsai (Lion Dance), bela diri Wushu, Tai Chi, serta seni ganti wajah yang langka, Bian Lian. Disamping itu ada kolaborasi musik dengan alunan alat musik petik Pipa yang bersanding harmonis dengan instrumen bambu Angklung.

Penyerahan hadiah untuk lomba kelompok usia dini. (Foto : Kim)

Menariknya diperingatan Imlek kali ini, juga menjadi wadah edukasi kuliner yakni Workshop Yúshēng, sebuah tradisi meracik salad keberuntungan yang menjadi simbol kemakmuran bagi warga Tionghoa.

​Tak ketinggalan, Pihak panitia juga memberikan ruang luas bagi anak-anak dan remaja untuk berkompetisi. Berbagai lomba digelar, mulai dari Mandarin Singing Competition, lomba mewarnai, Story Telling, hingga lomba pidato dan Modern Dance.

Bazar kuliner di dalam klenteng Eng An Kiong Malang di serbu pengunjung. (Foto ; Kim)

​Rangkaian festival “Harmony of Love & Prosperity” ini akan ditutup dengan prosesi doa bersama sebagai puncak rasa syukur. Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, informasi detail mengenai jadwal pertunjukan harian dapat diakses melalui akun resmi @engankiong_official.

​Perayaan di Klenteng Eng An Kiong tahun ini kembali mempertegas posisi Kota Malang sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan dalam keberagaman.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait