KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Malang menyatakan sikap tegas mendukung Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026 ini.
Dukungan tersebut ditegaskan oleh Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, di sela agenda buka puasa bersama yang diselenggarakan kolaborasi antara HIPMI dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Malang, Sabtu (07/03/2026).
Hendi menyampaikan bahwa usulan Jawa Timur sebagai lokasi Munas merupakan aspirasi kolektif pengurus daerah. Ia menilai Jatim memiliki kematangan ekosistem ekonomi dan infrastruktur yang sangat layak untuk menyambut ribuan pengusaha muda dari 38 provinsi di Indonesia.
”Kami sepakat mendorong Jawa Timur menjadi tempat terselenggaranya Munas HIPMI tahun ini. Jawa Timur memiliki kapasitas yang sangat kuat, mulai dari infrastruktur yang lengkap hingga konektivitas transportasi yang memudahkan mobilitas peserta,” ujar Hendi.
Ia menambahkan, fasilitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) bertaraf internasional di Surabaya dan sekitarnya menjadi nilai tawar utama. Ketersediaan hotel berbintang dan gedung konvensi besar dianggap mampu mengakomodasi skala kegiatan nasional tersebut tanpa kendala teknis berarti.
Selain membahas isu organisasi nasional, HIPMI Kota Malang menunjukkan taringnya dalam pengembangan kewirausahaan lokal dengan meluncurkan Learning Management System (LMS). Platform digital yang dikembangkan bersama Smart ID ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi para pengusaha baru.
”Platform ini diharapkan dapat menjadi sekolah online bagi para wirausahawan yang ingin meningkatkan kemampuan bisnisnya. Kami ingin para pengusaha memiliki basis edukasi yang kuat melalui sistem ini,” jelas Hendi.
Menariknya, inovasi ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kota Malang. Dalam diskusi bersama Wakil Wali Kota Malang yang hadir di lokasi, muncul wacana agar platform LMS ini juga diakses oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Tujuannya, agar birokrasi memiliki perspektif kewirausahaan yang selaras dengan perkembangan dunia usaha saat ini.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga menjadi ajang konsolidasi antara HIPMI, KADIN, serta berbagai asosiasi industri di bawah koordinasinya. Hendi berharap kolaborasi ini menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
”Kami ingin inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah. Tujuannya satu: memperkuat ekonomi Kota Malang agar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,” pungkasnya.
Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W










