KOTA MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,ID-Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang memperkuat komitmen dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) V sekaligus Forum Bisnis Cabang. Kegiatan bertema “Lead to Impact, Shaping Businesses, Transforming The Future” tersebut digelar di Hotel The Alana, Kota Malang, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pengusaha muda, pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, dan kalangan akademisi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), HIPMI Jawa Timur, serta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang yang mewakili Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, mengatakan Rakercab V diarahkan untuk memperkuat ekosistem bisnis agar pengusaha muda di Kota Malang mampu meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan usaha, serta mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kebutuhan penting untuk membuka peluang usaha baru sekaligus membantu pengusaha muda menghadapi tantangan persaingan ekonomi yang semakin dinamis.
“Harapannya, melalui penguatan kewirausahaan dan ekosistem di Kota Malang, pengusaha muda harus bisa naik kelas. Karena itu, hari ini kami mengundang berbagai stakeholder untuk bersama-sama membangun ekosistem yang mendukung perkembangan dunia usaha,” ujarnya.
Selain Rakercab dan Forum Bisnis Cabang, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus HIPMI Perguruan Tinggi (PT) dari 14 kampus di Kota Malang. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan kewirausahaan sejak lingkungan pendidikan tinggi.
Hendi menyampaikan, dari sekitar 62 perguruan tinggi yang ada di Kota Malang, HIPMI kini telah menjangkau 15 perguruan tinggi melalui pembentukan kepengurusan HIPMI PT. Perluasan jaringan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa mengembangkan pola pikir kewirausahaan, merintis usaha, dan menciptakan peluang kerja.
“Hari ini ada pelantikan 14 HIPMI Perguruan Tinggi se-Kota Malang. Ini membuktikan bahwa komitmen kami sejak dilantik semakin direalisasikan. Dari 62 perguruan tinggi di Kota Malang, kita hari ini sudah ada di 15 perguruan tinggi. Insyaallah, kami terus berkomitmen menambah jumlah kewirausahaan dan pengusaha muda di Kota Malang,” tambahnya.
Ke depan, BPC HIPMI Kota Malang akan mengoptimalkan program kerja melalui penguatan sinergi bersama Pemerintah Kota Malang, OJK, dan BPD HIPMI Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembinaan, memperkuat jejaring bisnis, serta membuka kesempatan bagi pengusaha muda untuk mengembangkan usahanya.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi, S.Sos., yang hadir mewakili Wali Kota Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan aktif dunia usaha.
Pemerintah daerah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan peluang ekonomi. Oleh sebab itu, kemitraan dengan organisasi pengusaha muda, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar program pembangunan ekonomi berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan pasti harus berkolaborasi dengan para pengusaha yang ada di Kota Malang, terutama HIPMI,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor riil, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta menyesuaikan pengembangan bisnis dengan perubahan zaman dan dinamika ekonomi global.
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, memperkuat daya saing produk, dan mendorong UMKM agar mampu berkembang ke skala bisnis yang lebih besar.
Selain itu, literasi keuangan juga menjadi perhatian dalam mendukung keberlanjutan usaha. Berbagai kegiatan edukasi dan pembinaan telah dilaksanakan melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk kegiatan yang melibatkan pelaku usaha di Malang Creative Center (MCC).
“Kita sudah banyak melakukan pelatihan-pelatihan, membina UMKM untuk naik kelas, serta memberikan literasi-literasi tentang usaha dan keuangan yang kita kumpulkan di MCC,” jelasnya.
Melalui Rakercab V dan Forum Bisnis Cabang, HIPMI Kota Malang bersama pemerintah daerah, OJK, dan HIPMI Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat program pemberdayaan UMKM secara terarah dan berkelanjutan.
Penguatan akses pengetahuan bisnis, literasi keuangan, jejaring kemitraan, serta pembinaan pengusaha muda menjadi sejumlah aspek yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Keberadaan HIPMI Perguruan Tinggi juga diharapkan mampu menjembatani dunia akademik dengan praktik bisnis, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun dan mengembangkan usaha.
Pembukaan Rakercab V secara simbolis ditandai dengan pemukulan gong oleh perwakilan Pemerintah Kota Malang. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan penyerahan penghargaan (awarding) kepada Wali Kota Malang, OJK, dan Ketua HIPMI Jawa Timur.
Melalui tema “Lead to Impact, Shaping Businesses, Transforming The Future”, kegiatan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan pengusaha muda yang mampu menghasilkan dampak nyata, membangun bisnis yang adaptif, serta berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Malang.







