NASIONAL,SUARAPANCASILA.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan melalui penyelenggaraan Lokakarya Kecerdasan Artifisial (KA/AI) bekerja sama dengan Monash University. Agenda ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperkuat kapasitas pegawai, guru, dan tenaga kependidikan agar mampu menjawab tantangan era digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penguasaan teknologi berbasis KA merupakan kompetensi kunci bagi generasi Indonesia dalam lima tahun ke depan.
“Kita mau tidak mau harus menyiapkan diri dengan kemampuan Artificial Intelligence dan Big Data sebagai keterampilan utama yang sangat dibutuhkan di masa depan,” ujar Mu’ti saat membuka lokakarya di Jakarta, Selasa (26/8/2025), yang diikuti 80 pegawai Kemendikdasmen.
Menurutnya, KA dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi kesenjangan pendidikan, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Namun ia menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatannya. “Pelatihan KA akan membantu pegawai bekerja lebih efisien, presisi, dan mandiri. Tetapi teknologi ini harus dimanfaatkan dengan bijak agar membawa manfaat maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif,” tegasnya.
Program penguatan kapasitas pegawai ini merupakan implementasi Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yaitu mempercepat pembangunan manusia Indonesia unggul. Transformasi digital melalui pemanfaatan KA dipandang sebagai pilar penting untuk menghasilkan SDM pendidikan yang adaptif, inovatif, dan mampu mendukung agenda besar menuju Indonesia Emas 2045.
Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menambahkan bahwa pengembangan kompetensi berbasis teknologi digital kini menjadi prioritas utama kementerian. “Kami ingin memastikan guru, tenaga kependidikan, dan pegawai siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas,” ujarnya.
President and Pro Vice-Chancellor of Monash University, Matthew Nicholson, menyambut baik kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa Monash University berkomitmen untuk mendukung transformasi pendidikan Indonesia melalui pemanfaatan KA. “Kemitraan dengan Kemendikdasmen adalah kesempatan berharga untuk mempertemukan keahlian terbaik dari Indonesia dan Australia demi kepentingan siswa dan guru,” kata Nicholson.
Nicholson juga menyebutkan, Monash University telah lama menjadi mitra strategis Indonesia. “Kami bangga bahwa Monash telah meluluskan lebih banyak mahasiswa Indonesia dibanding universitas asing lainnya. Kehadiran kampus Monash di Indonesia sejak 2021 adalah bentuk nyata dari dukungan jangka panjang terhadap pembangunan SDM,” tambahnya.
Peserta lokakarya turut merasakan manfaat langsung dari pembelajaran tentang KA. Nur Amrizal, pegawai Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), menyebut AI telah menjadi teman diskusi yang efektif. “AI membantu mempercepat pengolahan data, mendukung desain pembelajaran, dan meningkatkan kualitas kerja pegawai,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Walmah Ni’maturrohmah dari Direktorat KSPSTK GTK mengatakan pelatihan ini membuka wawasan baru tentang kebutuhan kompetensi KA bagi guru dan murid. “Kami bisa merancang program pendidikan lebih terarah, dari perencanaan hingga implementasi di lapangan,” ujarnya.
Melalui lokakarya ini, Kemendikdasmen tidak hanya menggelar pelatihan teknis, tetapi juga membangun budaya digital di lingkungan pendidikan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, sejalan dengan agenda pemerintah untuk menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing global.
SUMBER: infopublik.id