Ibu Muda Gendong Anak ke Rumah Bupati Brebes, Respon Paramitha Bikin Haru

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID -Di tengah hiruk pikuk kehidupan, sebuah kisah sederhana dari Desa Wanasari, Kecamatan Wanasari, Brebes, mengguncang hati banyak orang. Alvi Oktaviani, seorang ibu muda berusia 25 tahun, viral di media sosial setelah nekat melangkahkan kaki ke rumah Bupati Brebes sambil menggendong buah hatinya. Bukan untuk meminta harta, bukan pula untuk mencari jabatan, melainkan hanya demi sebuah permohonan yang begitu mendasar: jamban yang layak.

Rumah Alvi berdiri di atas tanah negara, tanpa jamban, tanpa listrik, tanpa sumber air bersih sendiri. Kondisi yang bagi sebagian orang mungkin tak terbayangkan, namun bagi Alvi adalah kenyataan sehari-hari. Dengan wajah lelah namun penuh harap, ia mengetuk pintu rumah pemimpin daerah, berharap suara kecilnya didengar.

Meski tak bertemu langsung dengan Bupati Paramitha Widya Kusuma yang sedang bertugas, langkah Alvi tidak sia-sia. Begitu kabar ini sampai, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma langsung memerintahkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) untuk segera turun tangan. Tim mendatangi rumah Alvi, melakukan pengecekan, dan mencatat kondisi hunian. Meski terbentur aturan karena status tanah, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam.

Bacaan Lainnya

“Tidak boleh ada warga Brebes yang hidup tanpa fasilitas dasar. Kita harus hadir,” tegas Bupati Paramitha.

Pemkab Brebes kemudian mengupayakan bantuan paling mendesak bagi keluarga Alvi, termasuk jambanisasi melalui Baznas. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian pemerintah hadir, meski dalam keterbatasan aturan.

Pemkab Brebes tetap berusaha memenuhi kebutuhan paling mendesak keluarga Alvi. Lewat Baznas, mereka mengupayakan bantuan jambanisasi sebagai wujud kepedulian terhadap warga kurang mampu. Sebuah langkah kecil, namun berarti besar bagi seorang ibu yang hanya ingin anaknya tumbuh dengan kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat.

Kisah Alvi yang menggendong anaknya demi permohonan sederhana, berpadu dengan respon cepat dan penuh empati dari Bupati, menjelma menjadi cerita yang mengharukan. Seorang ibu berjuang demi masa depan anaknya, seorang pemimpin membuka hati demi rakyatnya.

Di balik viralnya kisah ini, tersimpan pesan mendalam: fasilitas dasar seperti jamban bukanlah kemewahan, melainkan hak setiap warga. Dan ketika suara nurani bertemu kepedulian pemimpin, harapan itu pun menemukan jalannya.

Pos terkait