Insan Pers dan Aktivis Brebes Rajut Kebersamaan Ramadan, Anak Yatim Terima Santunan

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai pertemuan lebih dari 90 insan pers dan aktivis dari berbagai organisasi serta media di Kabupaten Brebes dalam acara buka puasa bersama yang dirangkai dengan santunan anak yatim. Kegiatan berlangsung di Dapur Mangrove, Kecamatan Brebes, Senin sore.

Acara yang digagas oleh Insan Pers Jawa Tengah ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi di antara para wartawan dan aktivis yang sehari-hari berkutat dengan dinamika kerja di lapangan. Di bulan Ramadan 1447 Hijriah, kebersamaan tersebut diwujudkan melalui kegiatan berbagi dengan anak-anak yatim dari keluarga kurang mampu di wilayah Kecamatan Brebes dan sekitarnya.

Sebanyak 20 anak yatim menerima santunan berupa bantuan uang tunai yang disiapkan oleh Ketua Umum Insan Pers Jawa Tengah, Firdaus Andika. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam kegiatan yang tidak hanya bertujuan mempertemukan para insan media, tetapi juga menumbuhkan empati dan solidaritas sosial.

Bacaan Lainnya

Firdaus menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda berkumpul tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial dalam profesi jurnalisme.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul rutinan tahunan. Kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan landasan profesionalisme, integritas, dan independensi dalam dunia jurnalisme,” kata Firdaus.

Firdaus menilai, kegiatan ini dapat memperkuat rasa persaudaraan di antara insan pers dan aktivis, sekaligus mengingatkan bahwa profesi jurnalis tidak terlepas dari tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

Sejak pukul 17.30 WIB para peserta mulai berdatangan secara bergantian. Wartawan dari media cetak, elektronik, hingga media daring tampak berbaur dengan para aktivis komunitas lokal. Percakapan santai tentang perkembangan daerah, pengalaman liputan, hingga berbagai dinamika profesi mengalir hangat di sela menunggu waktu berbuka puasa.

Di tengah suasana itu, wajah-wajah ceria anak-anak yatim yang hadir menambah nuansa haru. Salah satu dari mereka, Siti Nurhaliza yang berusia sembilan tahun, mengaku senang bisa berbuka puasa bersama para wartawan dan aktivis yang menurutnya terasa seperti keluarga besar.

“Terima kasih banyak, kami senang bisa ikut berbuka puasa bersama kakak-kakak Wartawan dan Aktivis seperti keluarga besar,” ujarnya.

Ketika azan magrib berkumandang, seluruh peserta duduk bersama menikmati hidangan berbuka. Momen sederhana itu menjadi simbol kuat bahwa di tengah kesibukan profesi dan aktivitas masing-masing, kebersamaan dan kepedulian sosial tetap dapat dirawat melalui langkah kecil yang penuh makna.

Pos terkait