Isu Indra Kusuma Pindah ke PSI, Mukhamad Taufiq Tegaskan Itu Tidak Benar dan Tidak Berdasar

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Isu yang menyebutkan tokoh senior PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Indra Kusuma, akan berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ditegaskan tidak benar. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Mukhamad Taufiq, yang dikenal sebagai orang dekat Indra Kusuma sekaligus kader senior PDI Perjuangan.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Taufiq yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia kembali dilantik sebagai Ketua DPRD Brebes untuk periode 2024–2029 pada 21 Oktober 2024. Sebelumnya, Taufiq juga menjabat sebagai Ketua DPRD Brebes definitif periode 2019–2024, setelah pertama kali dilantik pada 25 September 2019.

Indra Kusuma saat menginstruksikan ratusan kader PDIP Brebes.

Selain menjabat sebagai Ketua DPRD, Taufiq merupakan mantan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Brebes dan dikenal luas sebagai kader senior partai. Pengalaman panjang tersebut membuatnya memahami secara mendalam dinamika internal partai, termasuk proses kaderisasi, konsolidasi organisasi, hingga peta politik lokal di Kabupaten Brebes.

Bacaan Lainnya

“Isu Indra Kusuma pindah ke PSI itu tidak benar. Saya tegaskan, Pak Indra tetap bagian dari PDI Perjuangan,” ujar Taufiq saat dikonfirmasi, Selasa, (2/2/2026).

Menurut Taufiq, isu tersebut cenderung berkembang sebagai spekulasi politik yang muncul di tengah dinamika internal partai, khususnya pasca pergantian Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes. Ia menilai, perubahan struktur kepengurusan sering kali memunculkan berbagai narasi liar yang tidak selalu berbasis fakta.

“Itu hoaks yang sengaja dimainkan untuk menciptakan kegaduhan politik,” paparnya.

Taufiq menegaskan, hingga saat ini tidak ada komunikasi resmi, pembicaraan internal, maupun pernyataan langsung dari Indra Kusuma yang mengarah pada rencana bergabung dengan PSI atau partai politik lain.

“Tidak pernah ada pembicaraan soal itu. Saya cukup tahu posisi dan sikap politik beliau. Indra masih konsisten dengan jalur politik yang selama ini ditempuhnya,” tegas Taufiq.

Dalam situasi konsolidasi internal, lanjutnya, rumor kerap berkembang dan diarahkan kepada tokoh-tokoh senior yang masih memiliki pengaruh kuat di tingkat lokal.

“Setiap ada dinamika internal partai, biasanya muncul isu-isu liar. Ini salah satunya,” kata dia.

Sebagai informasi, Indra Kusuma merupakan tokoh politik senior di Kabupaten Brebes. Ia menjabat sebagai Bupati Brebes pada periode 2007–2012 dan dikenal memiliki pengaruh kuat dalam politik lokal. Selama masa kepemimpinannya, Indra membangun jejaring politik dan sosial yang luas, mulai dari struktur partai, tokoh agama, pelaku usaha, hingga komunitas akar rumput.

Meski tidak lagi menduduki jabatan publik, kehadiran Indra Kusuma dalam berbagai kegiatan sosial dan politik membuat namanya tetap diperhitungkan dalam dinamika politik Brebes. Pengaruh politik tersebut dinilai masih terasa hingga kini, terutama dalam membaca peta kekuatan politik lokal.

Pengaruh Indra Kusuma juga tercermin dalam perjalanan politik keluarganya. Istri Indra Kusuma, Maryatun, dikenal aktif mendampingi berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Aktivitas tersebut kerap dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kedekatan keluarga Indra dengan basis sosial yang selama ini menjadi penopang kekuatan politik mereka.

Sementara itu, anak-anak Indra Kusuma tercatat menempati posisi strategis dalam politik elektoral di berbagai tingkatan pemerintahan. Paramitha Widya Kusuma saat ini menjabat sebagai Bupati Brebes. Shintya Sandra Kusuma merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Sementara Kingking Trahing Kusuma duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Brebes.

Keterlibatan anggota keluarga Indra Kusuma di eksekutif daerah, legislatif nasional, dan legislatif daerah tersebut menunjukkan kuatnya basis politik yang dibangun dan dirawat secara konsisten dalam satu garis perjuangan politik. Karena itu, Taufiq menilai isu perpindahan Indra Kusuma ke PSI tidak sejalan dengan realitas politik yang selama ini terbentuk.

“Dengan konfigurasi politik seperti itu, sangat tidak relevan kalau dikaitkan dengan isu pindah partai. Secara politik, fondasinya jelas,” ujar Taufiq.

Ia menambahkan, keterlibatan anggota keluarga Indra Kusuma di berbagai lembaga pemerintahan juga merupakan hasil dari proses politik elektoral yang berlangsung terbuka. Menurutnya, posisi tersebut diperoleh melalui mekanisme pemilihan umum, bukan semata-mata karena faktor kedekatan keluarga.

“Semua melalui proses demokrasi. Masyarakat yang menentukan,” tambahnya.

Mukhamad Taufiq menilai, keberadaan keluarga Indra Kusuma di berbagai posisi strategis seharusnya dibaca sebagai bagian dari keberhasilan kaderisasi politik, bukan justru dipelintir menjadi isu perpindahan partai.

“Ini bukan soal individu, tapi soal proses politik yang panjang. PDIP di Brebes tumbuh bersama para kadernya, termasuk Pak Indra dan keluarganya,” lanjut Taufiq.

Taufiq menilai isu kepindahan Indra Kusuma ke PSI lebih tepat dipahami sebagai upaya menggiring opini publik di tengah dinamika politik daerah. Ia mengimbau masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumber dan tujuannya.

“Masyarakat perlu bijak memilah informasi politik. Jangan mudah percaya pada isu yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya.

Dengan klarifikasi tersebut, Taufiq berharap isu perpindahan Indra Kusuma ke PSI tidak lagi berkembang dan tidak mengganggu stabilitas politik lokal. Ia mengajak semua pihak untuk kembali fokus pada agenda pembangunan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Brebes.

Di akhir pernyataannya, Taufiq kembali menegaskan bahwa Indra Kusuma tetap menjadi bagian penting dari keluarga besar PDI Perjuangan di Brebes, baik secara historis maupun secara politik.

“Pak Indra adalah bagian dari perjalanan panjang PDIP di Brebes. Kontribusinya nyata dan tidak bisa dipisahkan. Jadi saya tegaskan sekali lagi, isu itu tidak benar,” pungkasnya.

Pos terkait