PERAWANG,TUALANG -SIAK- SUARAPANCASILA.ID-Gelombang kejahatan jalanan kembali menghantui warga Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Aksi penjambretan yang kian berani, terjadi siang hingga dini hari, kini membuat masyarakat resah, terutama kaum perempuan, ibu-ibu, dan remaja yang menjadi target utama pelaku.
Fenomena ini bukan peristiwa tunggal. Dalam beberapa waktu terakhir, percobaan jambret juga sempat terjadi di kawasan Jalan Pipa Caltex, di mana dua orang ibu-ibu nyaris menjadi korban pada siang bolong. Meski saat itu gagal, pola kejahatan ini diduga terorganisir dan terus berulang di lokasi berbeda.
Terbaru, seorang perempuan muda berinisial WL menjadi korban saat pulang kerja, Ahad (18/1/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Dari keterangan korban, pelaku diduga sudah membuntuti sejak dari arah tempatnya bekerja.
Korban yang bekerja di O’Cafe itu mengaku tidak menyadari sedang diikuti. Namun, sesampainya di Jalan Muhammad Ali (Jamsostek), pelaku tiba-tiba memepet sepeda motornya dan langsung menarik tas korban secara paksa.
“Dari sana saya diikuti, terus dia mau tarik tas saya tapi tidak dapat. Saya kerja di O’Cafe bang. Di sini tinggal sama kakak, orang tua di kampung Rengat,” tutur WL dengan nada trauma.
Upaya jambret itu gagal, namun berdampak serius. Korban kehilangan kendali, terjatuh bersama sepeda motor, dan mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Warga sekitar kemudian membawa korban ke Klinik Bulan Mulia untuk mendapatkan perawatan.
Pola Kejahatan Mulai Terbaca Dari sejumlah kejadian, masyarakat menduga pelaku tidak beraksi spontan. Mereka memilih target perempuan, membuntuti korban, memanfaatkan jalan sepi, serta beraksi cepat dengan sepeda motor. Pola ini menimbulkan dugaan adanya kelompok jambret yang sudah memahami situasi wilayah Perawang.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebut, kejahatan ini sudah sangat mengkhawatirkan.
“Sekarang perempuan takut pulang malam. Pelaku seperti merasa bebas. Kalau tidak cepat ditangani, bisa saja ke depan ada korban yang lebih parah,” katanya.
Warga menilai perlu ada peningkatan patroli, pengawasan CCTV, serta respons cepat dari aparat agar tidak muncul korban lanjutan.
Polisi Minta Korban Lapor,Sementara itu, Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono, SH, MH melalui Panit IK Polsek Tualang Ipda Dendi menyarankan korban segera membuat laporan resmi agar kasus dapat ditindaklanjuti.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada di jam rawan, tidak sendirian saat melintas di jalan sepi, serta segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan.
Namun masyarakat berharap, bukan hanya imbauan, tetapi juga langkah konkret berupa patroli rutin, penindakan cepat, dan pengungkapan pelaku, agar rasa aman kembali dirasakan warga Perawang.










