Jelang Konfercab/Konferda, DPC PDIP Kota Malang Godok Strategi 2029 dengan Tata Kelola Organisasi Baru

KOTA MALANG,SUARAPANCASILA.ID – Dalam rangka pemantapan dan penguatan konsolidasi struktural Partai pasca Kongres VI PDI Perjuangan Tahun 2025, serta persiapan pelaksanaan agenda Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Malang menyelenggarakan Forum Diskusi Pemantapan Dan Penguatan Konsolidasi Internal Diperluas, berlangsung di Lodji Coffee Lantai 1, Hotel Pelangi, Kayutangan Heritage, Kota Malang, pada Minggu (09/11/2025).

​Acara yang mengangkat sub tema “Mempertajam Arah Dan Target Kerja Pemenangan Elektoral Dengan Peningkatan Tata Kelola Organisasi Dalam Menyusun Kebijakan Serta Pelaksanaan Fungsi Pembinaan Dan Pengembangan Organisasi Partai” ini melibatkan unsur kepengurusan DPC, PAC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Badan dan Sayap Partai.

​Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Riandana Kartika, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menjelang Rapat Kerja (Raker) Konferda dan Konfercab.

Bacaan Lainnya

​“Seluruh DPD dan DPC se-Indonesia wajib memberikan masukan untuk langkah elektoral partai 5 tahun ke depan. Kami butuh masukan dari pihak-pihak kompeten, baik dari akademisi, praktisi, maupun konsultan pemilu yang selama ini sudah berkecimpung dengan kami,” ujar Made Riandana.

​Ia menegaskan, konsolidasi ini membuktikan bahwa kepartaian harus ditata dengan perencanaan yang matang, bukan bersifat spontanitas. Masukan-masukan ini akan menjadi pijakan DPC untuk menyusun rencana pemenangan 5 tahun ke depan, yang kemudian diusulkan ke DPD dan DPP.

​“Kami akan mengangkat lebih banyak muatan-muatan lokal di Kota Malang sehingga hasil diskusi ini, yang disaring dari tingkat ranting dan PAC, akan menjadi usulan DPC PDI Perjuangan Kota Malang untuk kemenangan 5 tahun ke depan,” tambahnya.

​Made Riandana juga menyoroti pentingnya penataan organisasi dan strategi untuk Pemilu 2029.
​1. Target Kursi
​PDI Perjuangan Kota Malang bertekad untuk mengembalikan dan menambah kursi minimal di 11 Kursi di DPRD Kota Malang.
​2. Memutus Permasalahan Internal
​Salah satu masalah terbesar yang diidentifikasi adalah “gontok-gontokan antar caleg PDI Perjuangan” saat perhelatan Pileg. Untuk mengatasi ini, partai akan menerapkan strategi pembagian wilayah dan klaster yang ketat.

“Kita akan berbagi wilayah, berbagi pangsa pasar—agamis siapa yang menggarap, pemuda siapa yang menggarap, milenial siapa yang menggarap, ibu-ibu siapa yang menggarap. Penentuan Caleg betul-betul nanti akan kita tentukan sesuai dengan klaster penguasaan wilayah,” jelasnya.

​Made Riandana mengakui bahwa perjuangan partai berada di jalur idealisme, bukan kapitalis, sehingga seringkali menghadapi kendala biaya, terutama untuk Pilkada.

​“Rata-rata tidak ada yang punya duit banyak, itu yang jadi masalah kendala. Karena apa, kita berjalan di jalur idealisme, bukan kapitalis, bukan pragmatis,” kata Made.

​Secara tegas, ia menyatakan pandangannya bahwa untuk mengatasi masalah biaya politik yang mahal, yang berujung pada potensi korupsi, sistem harus diubah.

​“Sampai kapan kita mempertahankan sistem pemilu yang pragmatis kalau terus seperti ini akan begini hasilnya, korupsi di mana-mana karena apa biaya Pemilu sangat mahal. Jadi yang harus diubah apa? Sistemnya. Sistem pemilu tertutup dan sistem Pilkada tertutup. Kembalikan pilihan dewan,” tegasnya.

​Forum diskusi ini menghadirkan tiga pemateri ahli yang memberikan pendalaman pada isu-isu strategis partai:

Materi 1 : “Penguatan Konsolidasi Untuk Penajaman Dalam Penyusunan Sikap Politik Partai Pasca Konggres VI” yaitu Dr.Agung Suprojo, S.Kom, MAP.

Materi 2 : “Mempertajam Arah Dan Target Kerja Pemenangan Elektoral Untuk Strategi Pemenangan PEMILU 2029” yakni Robitoh Alam Islami

Materi 3 : ” Meningkatkan Tata Kelola Organisasi Kepartaian Dengan Menyusun Kebijakan Serta Melaksanakan Pembinaan Dan Pengembangan Organisasi Partai” yakni Bambang Juwono , SH., M.Hum.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang saat ini menyatakan bahwa Forum Diskusi ini merupakan akhir dari pengurusan periode 2019-2025.

​”Ini sejarah, artinya baru kali ini periode kepengurusan sampai 6 tahun. Kami hanya menyiapkan, ini adalah akhir daripada kepengurusan kami periode 2019-2025,” ungkapnya.

​Proses pemilihan pengurus baru melalui Konfercab diatur dari bawah, di mana PAC mengusulkan 3 nama calon ketua DPC yang kemudian disampaikan ke DPD. DPD kemudian mengusulkan 3 nama lagi. Delapan nama yang telah tersaring untuk Kota Malang sudah dikirim ke DPP.

​”Yang memegang rekomendasi hanya ketua DPC selanjutnya. Ketua DPC pemegang rekomendasi yang akan menyusun pengurus,” tutup Made Riandana, sambil menyatakan harapannya bahwa jadwal Konferda Jawa Timur maksimal selesai Desember 2025. (Kim).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *