Kampung Sedekah TJS06 Gelar Kegiatan ke-26, Dua Tahun Konsisten Berbagi dan Perkuat Kemandirian Warga

KOTA MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,ID- Semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan RW 06, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Melalui program Kampung Sedekah TJS06, warga setempat membuktikan bahwa gerakan berbagi yang dikelola secara swadaya mampu menjadi sarana memperkuat solidaritas, menjaga ketahanan pangan, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Kampung Sedekah kembali menggelar kegiatan ke-26, mengusung tema “Bersama, Berbagi, Bermanfaat” di Jalan Ikan Gurami, tepatnya di depan Gudang PT Marvelindo Putra Mandiri, RT 05 RW 06, Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan dihadiri perwakilan pihak kelurahan, pengurus RT dan RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, tim penggerak Kampung Sedekah dan warga. Selain itu juga dari pihak sponsorship Sekawan Motor dan Bank BTN.

Bacaan Lainnya

Rangkaian acara diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan edukasi mengenai gerakan Kampung Sedekah, berbagi kepada kaum duafa serta pembagian sayur gratis dan program tebus murah sembako. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan warga untuk menjaga kesehatan, mempererat silaturahmi, dan membangun kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Waluyo Safari, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan kegiatan, khususnya tim Kampung Sedekah, pengurus RT dan RW, serta warga yang berpartisipasi dalam senam pagi dan kegiatan sosial.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kesehatan warga.

Ia juga menyoroti perkembangan RW 06 selama dua tahun terakhir yang dinilai menunjukkan kemajuan dalam bidang ekonomi, pembangunan lingkungan, serta kegiatan kemasyarakatan.

Kehadiran berbagai usaha baru, termasuk Rumah Makan Kali Urang, turut mewarnai dinamika perkembangan wilayah tersebut.

Waluyo berharap warga terus menjaga kekompakan, kerukunan, dan semangat gotong royong agar berbagai program kemasyarakatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, ia turut menyambut personil yang baru bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah Tunjungsekar, pengganti personil sebelumnya.

Kehadiran aparat kewilayahan, komunitas motor, dan insan pers juga diharapkan dapat memperluas sinergi dalam mendukung kegiatan sosial masyarakat.

Keberlangsungan Kampung Sedekah selama lebih dari dua tahun tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan dukungan para donatur. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan mengedepankan transparansi dan pengelolaan yang berorientasi pada kebutuhan warga.

Ketua RW 06 Tunjungsekar, Drs. Sarju, M.Pd, menjelaskan, pengadaan paket sembako bersumber dari iuran dan sedekah sukarela warga. Sementara itu, kebutuhan pangan segar berupa sayur-mayur, lauk-pauk, hingga buah-buahan memperoleh dukungan dari donatur lokal.

“Program ini sudah berjalan rutin setiap bulan selama dua tahun berkat partisipasi aktif masyarakat. Paket sembako kami himpun dari swadaya warga, sedangkan sayur, lauk-pauk, dan buah-buahan didukung oleh donatur. Prinsip kami adalah membangun sistem yang transparan dan berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh lingkungan sendiri,” ungkapnya.

Pola tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus bergantung pada bantuan dari luar. Potensi lokal, kepedulian sosial, dan kepercayaan antarwarga dapat menjadi modal utama untuk membangun sistem dukungan sosial yang berkelanjutan.

Sementara itu, selaku pihak yang menyampaikan konsep pemberdayaan Kampung Sedekah RW 06, Sarju menjelaskan bahwa program tersebut berlandaskan empat pilar utama, yakni kemandirian, pemberdayaan, berjamaah, dan amal jariah.

Keempat pilar itu menjadi landasan dalam mengembangkan gerakan sosial yang tidak berhenti pada pembagian bantuan pangan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan martabat masyarakat.

Penerima manfaat tidak dibatasi oleh usia maupun latar belakang agama. Program ini mencakup berbagai kelompok, mulai dari balita hingga lanjut usia, baik warga muslim maupun nonmuslim.

Cakupan pemberdayaan juga terus diarahkan ke sejumlah sektor, meliputi pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, spiritual, dan lingkungan.

Menurut Sarju, tujuan utama Kampung Sedekah adalah mendorong masyarakat agar semakin mandiri dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

“Tujuan utama kita adalah menjadikan masyarakat mandiri dan bermartabat. Kami ingin menerapkan konsep di mana warga yang tadinya penerima manfaat, seiring berjalannya waktu dapat berdaya hingga akhirnya mampu menjadi pemberi manfaat bagi warga lainnya,” tegasnya.

Konsep tersebut menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai subjek pembangunan sosial yang memiliki kesempatan untuk tumbuh, berdaya, dan membantu sesama.

Konsistensi pelaksanaan Kampung Sedekah selama lebih dari 26 bulan menjadi salah satu modal penting dalam menjaga keberlanjutan program. Keteladanan para penggerak, kaderisasi, keterlibatan warga, serta dukungan donatur menjadi unsur yang saling melengkapi.

Melalui kegiatan bulanan, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga ruang untuk membangun hubungan sosial yang lebih erat.

Pelaksanaan ke-26 ini sekaligus menegaskan bahwa semangat berbagi dapat dikembangkan menjadi gerakan pemberdayaan yang lebih luas apabila didukung tata kelola yang baik dan partisipasi masyarakat secara konsisten.

Dengan semangat “Bahagia Warganya, Berkah Kampungnya”, Kampung Sedekah TJS06 diharapkan terus menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Kota Malang dalam membangun solidaritas, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan masyarakat yang mandiri dan bermartabat.

Pada akhirnya, keberhasilan Kampung Sedekah tidak semata-mata diukur dari jumlah bantuan yang dibagikan, melainkan dari tumbuhnya kesadaran bahwa kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

suarapancasilaid'

Pos terkait