Ketika Air Naik dan Negara Harus Hadir: Bupati Tanah Laut Tetapkan Status Siaga Banjir

Tanah Laut(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Hujan yang turun selama lebih kurang dua pekan terakhir akhirnya meninggalkan jejak yang tak bisa diabaikan. Air naik perlahan, merambah pemukiman, menenggelamkan harapan warga yang menggantungkan hidup pada tanah yang kini terendam. Di Kabupaten Tanah Laut, banjir kembali menguji kesiapsiagaan dan kehadiran negara di tengah warganya.

Jumat, 2 Januari 2026, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto turun langsung ke lapangan. Bukan sekadar kunjungan simbolik, tetapi upaya memastikan bahwa pemerintah hadir di tengah warga yang sedang menghadapi masa sulit. Didampingi Komandan Kodim 1009/Tanah Laut, Letkol Inf. Adhy Irawan, Bupati meninjau sejumlah titik terdampak banjir, mulai dari Handil Negara, Kali Besar di Kecamatan Kurau, hingga Handil Birayang Bawah di Kecamatan Bumi Makmur.

Di lokasi-lokasi tersebut, genangan air masih bertahan. Aktivitas warga melambat, sebagian bahkan terhenti. Dalam suasana itu, Bupati tidak hanya meninjau kondisi lapangan, tetapi juga menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah situasi darurat.

Bacaan Lainnya

Banjir kali ini bukan datang tanpa sebab. Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus selama dua minggu terakhir menjadi pemicu utama meningkatnya debit air di sejumlah wilayah.

“Dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam dua minggu terakhir, terjadi peningkatan air di Kecamatan Bumi Makmur, Kecamatan Kurau, Kecamatan Pelaihari, serta kecamatan lainnya di Kabupaten Tanah Laut. Hingga saat ini tercatat kurang lebih 2.498 Kepala Keluarga yang terdampak banjir,” ujar Bupati.

Angka itu bukan sekadar data. Di baliknya, ada ribuan keluarga yang harus beradaptasi dengan keterbatasan, kekhawatiran, dan ketidakpastian. Menyadari situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mengambil langkah cepat dengan menetapkan status siaga banjir.

“Mulai hari ini, tanggal 2 Januari sampai 4 Januari, kami pemerintah kabupaten menetapkan peningkatan status menjadi status siaga. Dengan status ini, kami akan menyiapkan berbagai kebutuhan, seperti posko siaga, dapur umum, serta dukungan logistik lainnya,” jelasnya.

Status siaga ini bukan sekadar formalitas administratif. Ia menjadi penanda bahwa seluruh unsur pemerintah daerah diminta bergerak lebih cepat, lebih tanggap, dan lebih terkoordinasi dalam merespons kondisi darurat.

Namun, Bupati juga menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Dibutuhkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak agar dampak banjir dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Kami berharap status siaga ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi juga masyarakat agar tetap waspada dan aktif melaporkan kondisi di lapangan kepada relawan, BPBD, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, termasuk Kodim dan Polres, sehingga dapat bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak musibah banjir ini,” tutupnya.

Di tengah derasnya air dan kecemasan yang menyertai, harapan tetap harus dijaga. Sebab bencana, seberat apa pun, selalu menuntut satu hal yang sama: kehadiran, kepedulian, dan kerja bersama.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *