BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelontorkan anggaran Rp11,96 miliar untuk membangun Kampung Nelayan Merah Putih di lima desa pesisir Kabupaten Brebes. Di tengah pembangunan proyek tersebut, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mendorong penguatan sektor perikanan melalui program peningkatan kesejahteraan nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto, memaparkan perkembangan pembangunan tersebut dalam wawancara dengan awak media, Selasa (20/10/2026).

Lima desa yang menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ialah Krakahan, Pengaradan, Pulogading, Prapag Lor, dan Kluwut. Berdasarkan data Dinas Perikanan, total anggaran proyek mencapai Rp11.966.230.297.
Pembangunan di Desa Krakahan memiliki anggaran Rp1.161.092.998 dengan progres fisik 50 persen. Proyek ini dikerjakan CV Alkomber dari Bandung.
Di Desa Pengaradan, anggaran pembangunan mencapai Rp2.300.767.437 dengan progres 50 persen. Pelaksana proyek di lokasi ini juga CV Alkomber.
Sementara itu, pembangunan di Desa Pulogading menelan anggaran Rp3.557.948.000 dengan progres 30 persen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan CV Jawara Sembilan Belas dari Lamongan.
Adapun pembangunan di Desa Prapag Lor memiliki anggaran Rp3.124.043.437 dengan progres 10 persen, sedangkan Desa Kluwut memperoleh alokasi Rp1.822.378.425 dengan progres 15 persen. Kedua proyek tersebut dikerjakan CV Gama Citra Mandiri.
KNMP merupakan program pemerintah pusat melalui KKP untuk mengembangkan kawasan nelayan dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas perikanan. Dalam konsep pengembangannya, fasilitas dapat mencakup dermaga, tempat pelelangan ikan (TPI), pabrik es, gudang penyimpanan dingin (cold storage), sarana pengolahan hasil laut, serta infrastruktur pendukung. Rincian fasilitas yang tersedia di setiap desa mengikuti perencanaan proyek masing-masing.
Bagi Pemkab Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan daerah. Selain proyek yang didanai melalui program KKP, pemerintah daerah pada 2026 juga mengalokasikan program asuransi nelayan serta bantuan sarana dan prasarana perikanan.
Dinas Perikanan turut menyiapkan Bantuan Budidaya Tematik yang direncanakan menjangkau 15 desa. Untuk jenis budidaya Mini Ras, pelaksanaannya dijadwalkan pada akhir 2026 dan disebut akan dilaksanakan oleh PT Adhi Karya (Persero).
Kelima belas desa yang masuk dalam rencana program itu meliputi Pamijen, Pruwatan, Jatisawit, Kramat, Salem, Bentar, Parereja, Jatibarang Lor, Sawojajar, Pasir Panjang, Karangbandung, Kedungbokor, Manggis, Adisana, dan Kutamendala.
Menurut Eko, program budidaya tersebut dirancang untuk memberikan pilihan usaha selain penangkapan ikan di laut melalui pengembangan budidaya dengan teknologi yang lebih efisien.
Brebes juga tercakup dalam sejumlah program di sektor kelautan dan pesisir, yakni Blue Carbon melalui kerja sama KKP dengan United Nations Development Programme (UNDP), Blue Coast melalui kerja sama KKP dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD), serta Giant Sea Wall yang berkaitan dengan perlindungan kawasan pesisir.
Eko berharap berbagai program tersebut dapat mendukung perkembangan sektor kelautan dan perikanan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Dengan anggaran KNMP yang bersumber dari program KKP, pembangunan di lima desa pesisir kini berjalan dengan progres berbeda-beda. Penyelesaian proyek dan pemanfaatan fasilitas nantinya menjadi bagian penting dalam melihat manfaat program bagi aktivitas perikanan masyarakat Brebes.











