PURBALINGGA (JATENG ) SUARA PANCASILA.ID Di tengah medan yang sulit dan cuaca yang kurang bersahabat, kepedulian kemanusiaan tetap melaju. Laznas Al Irsyad Purwokerto berkolaborasi dengan Suzuki Carry Club Indonesia (SCCI) Chapter Masbarlingcap menggelar aksi peduli bencana tanah longsor dan banjir bandang di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Serang, Dusun Kalihurip dan Dukuh RT 05 RW 05, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Senin (9/2/2026).
Nur Cahyono, ketum SCCI, Saat ditemui, menyampaikan , kegiatan ini semata mata karena rasa peduli terhadap sesama, yang sedang mengalami musibah. ” Saya dan rekan rekan komunitas SCCI Merasa terpanggil untuk bisa saling membantu ” ungkapnya
Aksi ini dilakukan sebagai respon atas bencana yang telah berdampak pada 33 rumah warga, dengan 45 kepala keluarga dan sekitar 135 jiwa terdampak. Banyak rumah mengalami kerusakan, sementara aktivitas warga terganggu akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Tim relawan yang terjun langsung ke lokasi terdiri dari Ali, Rizky, Hansen, Pak Mail, dan WarLok. Mereka tidak hanya mengantarkan bantuan, tetapi juga memastikan kebutuhan warga di lapangan benar-benar tersalurkan sesuai prioritas.
Sebanyak lima armada dikerahkan untuk membawa bantuan, yakni:
1 mobil pickup MAFAZA bermuatan logistik,
3 mobil pickup toko bangunan bermuatan material,
1 mobil Sigra,
sehingga total 5 kendaraan bergerak menuju lokasi bencana dengan membawa berbagai kebutuhan penting.
Bantuan material bangunan yang disalurkan meliputi:
35 lembar seng,
40 lembar kalsibot,
25 sak semen,
8 kg paku 7,
6 kg paku seng/paku payung,
18 ikat kayu kaso (sekitar 180 pcs).
Selain itu, warga juga menerima bantuan logistik berupa:
75 kg beras,
7 kardus mi,
6 kardus mi instan,
6 kardus air minum,
4 kardus susu Clevo,
4 kardus sabun cuci pakaian,
3 kardus sabun cuci piring,
serta tepung dan aneka snack
untuk mendukung kegiatan gotong royong warga.Di lapangan, relawan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses jalan yang sulit ditempuh, hujan lebat disertai angin yang menghambat dokumentasi dan survei, hingga keterbatasan perlengkapan seperti belum tersedianya sepatu boots untuk menunjang aktivitas di medan berlumpur.
Saat ini, kebutuhan mendesak para korban masih mencakup bahan material bangunan, air bersih, alat kebersihan rumah tangga, vitamin, serta tambahan logistik untuk menopang kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan.
Kolaborasi antara Laznas Al Irsyad Purwokerto dan SCCI Masbarlingcap ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan solidaritas dapat menembus keterbatasan medan dan cuaca. Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Desa Serang.









