Komisi IV Dorong Transformasi Role Model Puskesmas

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Puskesmas Ketanggungan pada Kamis (5/2/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif guna memastikan pelayanan kesehatan masyarakat, yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah, agar dapat berjalan optimal dan menyentuh masyarakat secara langsung di tingkat akar rumput.

Rombongan Komisi IV diterima Kepala Puskesmas Ketanggungan Beta Yuananda , beserta jajaran staf medis dan administratif. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr Tambah Raharjo, untuk memberikan tinjauan teknis serta mendiskusikan berbagai kendala di lapangan.

Dalam sesi monitoring, Komisi IV menerima sejumlah keluhan krusial yang selama ini menghambat pelayanan di Puskesmas Ketanggungan. Beberapa permasalahan utama yang mengemuka antara lain:

Bacaan Lainnya

1. Keterbatasan Sarana Prasarana (Sarpras): Salah satu keluhan utama adalah kurangnya jumlah mobil ambulance yang memadai untuk melayani mobilitas pasien di wilayah tersebut.

2. Kondisi Bangunan dan Alur Pelayanan: Ruang bangunan yang ada saat ini dinilai kurang luas, sehingga alur pelayanan pasien belum bisa dikatakan ideal. Kepadatan ini seringkali mengganggu kenyamanan pasien yang sedang berobat.

3. Masalah Sanitasi dan Infrastruktur: Puskesmas sering menghadapi kendala pasokan air bersih akibat layanan PDAM yang sering mati. Selain itu, kondisi geografis membuat area puskesmas rentan terdampak banjir saat musim penghujan.

4. Penurunan Kapitasi: Adanya laporan bahwa besaran dana kapitasi pada tahun ini mengalami pengurangan, yang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen dalam mengelola operasional kesehatan.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Sekretaris Komisi IV Abdullah Syafaat, menegaskan bahwa Puskesmas Ketanggungan memiliki modal sosiologis dan geografis yang sangat strategis. Ia mendorong agar puskesmas ini dikembangkan menjadi role model atau puskesmas percontohan bagi wilayah lain di Brebes.

“Kami mendorong Puskesmas Ketanggungan memberikan pelayanan terbaik. Dengan posisi yang strategis, puskesmas ini harus mampu tampil lebih unggul dan menjadi pusat kesehatan andalan,” tegas Syafaat dalam arahannya.

Apalagi, saat ini puskesmas telah beralih status menjadi Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF). Status UOBF memberikan fleksibilitas bagi manajemen untuk melakukan inovasi, reposisi kepemimpinan, dan pengembangan mandiri tanpa harus selalu bergantung penuh pada birokrasi yang kaku.

Dengan kreativitas, kerja keras, dan kolaborasi lintas sektor, Komisi IV optimis bahwa Puskesmas Ketanggungan dapat segera membenahi manajemen internal dan kualitas pelayanan medis demi kesejahteraan masyarakat dan karyawan. Kunker ini ditutup dengan peninjauan fasilitas untuk memetakan prioritas perbaikan sarana prasarana ke depan.

Pos terkait