Konsistensi Trio Punk Rock Asal Kota Batu: Brain Wash Segera Masuk Dapur Rekaman

KOTAA BATU (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Industri musik independen tanah air, khususnya di jalur underground, kembali menunjukkan geliatnya. Brain Wash, unit punk rock asal Kota Batu, Jawa Timur, mengonfirmasi kesiapan mereka untuk memproduksi materi rekaman perdana sebagai bentuk penegasan eksistensi di kancah musik nasional.

​Mengusung slogan “Theraphy Syaraf Punk Rock”, band yang digawangi oleh tiga personel veteran ini dikenal konsisten dalam menyuarakan kritik sosial dan realita kehidupan sehari-hari melalui lirik-lirik yang lugas dan berani.

​Meski kerap disebut sebagai pendatang baru di komunitas punk lokal, para personel Brain Wash bukanlah orang baru di skena tersebut. Eko Sabdianto (Kurowo) pada vokal dan gitar, Agus Adianto (Kentir) pada drum, serta Zulkifli (Sinting) pada bass, telah mendedikasikan diri mereka pada budaya punk selama puluhan tahun.

Bacaan Lainnya

​”Bagi kami, musik bukan sekadar hiburan. Ini adalah sarana menyampaikan aspirasi, keluh kesah, serta sikap ideologi. Kami ingin karya ini menjadi pintu masuk bagi pendengar baru untuk mengenal esensi musik punk yang jujur,” ujar Kurowo saat ditemui di Kota Batu, Kamis (29/1/2026).

​Salah satu karya yang menjadi sorotan adalah single bertajuk “Teman Bang*”**. Lagu ini lahir dari pengalaman personal Kurowo mengenai dinamika persahabatan yang berakhir dengan pengkhianatan dan pembunuhan karakter.

​”Lagu ini berbicara tentang komitmen persahabatan yang dirusak oleh fitnah dan isu negatif. Kami mengemasnya dengan lirik satire dan irama musik yang cepat khas underground,” tambahnya.

​Lagu-lagu Brain Wash secara umum menjadi kritik terbuka terhadap berbagai fenomena sosial, mulai dari ketimpangan, budaya perundungan (bullying), hingga hilangnya empati di tengah masyarakat.

​Langkah menuju dapur rekaman ini dilakukan di tengah kesibukan para personel yang memiliki latar belakang pekerjaan berbeda. Agus Adianto menjelaskan bahwa saat ini mereka tengah mematangkan delapan materi lagu agar siap dikonsumsi publik.

​”Kami meluangkan waktu rutin untuk latihan di sela kesibukan kerja. Tujuannya agar saat masuk dapur rekaman nanti, materi sudah benar-benar matang. Ada juga tambahan lagu baru yang kami buat lebih easy listening,” kata Agus.

​Hal senada diungkapkan oleh Zulkifli. Sang bassist menekankan pentingnya komitmen namun tetap realistis terhadap tanggung jawab domestik.

​”Kami selalu berkomitmen dalam bermusik, namun manajemen waktu antara pekerjaan, hobi, dan keluarga adalah prioritas. Kami ingin membuktikan bahwa musisi punk juga bisa bertanggung jawab terhadap anak dan istri,” pungkas Zulkifli.

​Rencananya, setelah proses rekaman selesai, Brain Wash akan segera meluncurkan karya-karya mereka secara digital maupun fisik sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap perkembangan musik rock di Indonesia.

Pewarta : Doni Kurniawan.
Editor : Denny W

Pos terkait