Kuota Siswa Asal Rejang Lebong 20 Persen, SMA Unggul Garuda Mulai Terima Siswa Baru

REJANG LEBONG (BENGKULU), SUARAPANCASILA.ID – Upaya dan perjuangan Bupati Rejang Lebong H.M. FikriThobari, S.E., M.AP. bersama Wakil Bupati Dr. Hendri Praja, S.STP., M.Si. dalam memperjuangkan akses pendidikan unggulan bagi putra-putri daerah mulai menunjukkan hasil konkret.Pemerintah pusat memastikan alokasi kuota lokal sebesar 20 persen bagi siswa asal RejangLebong pada penerimaan SMA Unggul Garuda, yang dijadwalkan mulai menerima peserta didikpada Juli 2027.

Kepastian tersebut diperoleh usai Bupati Fikri mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)Kepala Daerah dan Forkopimda bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.Selasa (3/2/2026) memanfaatkan momentum tersebut, Bupati Fikri langsung melanjutkanagenda audiensi ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek).

Dalam audiensi itu, Bupati Fikri bertemu Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan TeknologiProf. Dr. Fauzan, M.Pd., yang sebelumnya dikenal sebagai Rektor Universitas MuhammadiyahMalang (UMM). Pertemuan tersebut membahas secara khusus komitmen pemerintah pusat dandaerah dalam pembangunan serta pengelolaan SMA Unggul Garuda di Rejang Lebong.

Bacaan Lainnya

Bupati Fikri menegaskan, kebijakan kuota lokal merupakan bentuk keberpihakan terhadapanak-anak daerah agar tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

“Kuota lokal dipastikan 20 persen. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa lebih, apabilaputra-putri Rejang Lebong memenuhi kriteria seleksi. Karena itu, sejak sekarang kita siapkanpola pendampingan yang terarah,” tegas Bupati Fikri.

Ia menjelaskan, pendampingan akan dimulai sejak jenjang SMP, khususnya kelas VIII, denganmelibatkan kepala sekolah dan guru. Langkah ini bertujuan agar siswa benar-benar siap secaraakademik, karakter, dan mental saat mengikuti seleksi SMA Unggul Garuda.

Sementara itu, Wamen Dikti Saintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan secara rinci aspekteknis pembangunan SMA Unggul Garuda. Menurutnya, proses pembangunan telah memasukitahap awal perencanaan.

“Tim topografi sudah turun ke lapangan untuk memastikan kesiapan lahan. Selanjutnya,pembangunan akan dilakukan melalui skema swakelola dengan melibatkan perguruan tinggisebagai mitra,” jelas Prof. Fauzan.

Ia menambahkan, sesuai perencanaan yang telah disusun bersama pemerintah daerah,pembangunan fisik ditargetkan rampung pada Februari hingga Maret 2027, sehinggapenerimaan siswa dapat dimulai pada Juli 2027.

Prof. Fauzan juga mengapresiasi kesiapan dan keseriusan Pemerintah Kabupaten RejangLebong, mulai dari penyediaan lahan, kepastian legalitas, hingga dukungan lingkungan sekitarsekolah.

“Kami melihat komitmen daerah sangat kuat. Dengan dukungan seperti ini, SMA Unggul Garudadi Rejang Lebong berpotensi menjadi model pengembangan sekolah unggulan di daerah,” ujarProf. Fauzan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, kehadiran SMA Unggul Garuda menjadi bagian dariperjuangan jangka panjang Bupati dan Wakil Bupati dalam membangun sumber daya manusiaunggul, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan pendidikan sebagai investasi strategis masa depan.

Pos terkait