Langit Maluka Membahana: Ribuan Warga Saksikan Aksi Tempur Udara Sikatan Daya 2025

Kurau, Tanah Laut(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID — Ada yang berbeda di langit Desa Maluka Baulin pagi itu (21 hingga 22 Juni 2025). Deru pesawat tempur memecah sunyi, menciptakan simfoni kekuatan udara di atas hamparan tanah seluas hampir 10 juta meter persegi. Ribuan pasang mata menatap ke atas, menyaksikan gladi lapangan Latihan Matra II Koops Udara II bertajuk “Sikatan Daya 2025” di Air Weapon Range (AWR) Dwi Harmono, sebuah titik strategis pertahanan negara yang pagi itu menjadi panggung kekuatan militer udara Indonesia.

Sejak matahari belum sepenuhnya naik, warga telah memadati kawasan AWR Dwi Harmono. Anak-anak, orang tua, hingga remaja tak ingin melewatkan atraksi yang lebih mirip adegan film perang. Tapi ini bukan film. Ini adalah realita. Sebuah simulasi militer penuh strategi, kekuatan, dan ketangkasan — latihan tempur udara sebagai wujud nyata kesiapsiagaan Komando Operasi Udara II (Koopsud II) menghadapi ancaman udara dalam skenario operasi gabungan TNI.

“Latihan ini bukan sekadar unjuk kekuatan. Ini tentang interoperabilitas, tentang bagaimana setiap matra TNI bekerja sebagai satu kesatuan yang utuh dan solid dalam menghadapi skenario nyata pertahanan negara,” tegas Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) di sela-sela kunjungannya.

Bacaan Lainnya

Tak hanya KSAU, jajaran pejabat tinggi lainnya turut hadir. Panglima Kodam VI/Mulawarman, Gubernur Kalimantan Selatan, hingga Bupati Tanah Laut berdiri menyatu di antara suara dentuman dan manuver udara. Kehadiran mereka bukan formalitas belaka, tetapi simbol dukungan atas pentingnya pertahanan udara sebagai garda terdepan NKRI di kawasan timur.

Sebagai lokasi latihan, AWR Dwi Harmono bukan tempat biasa. Dengan luas mencengangkan, areal ini memungkinkan penggunaan penuh berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU, menghadirkan atraksi udara yang tidak hanya melatih prajurit, tapi juga mengukuhkan kedaulatan langit Indonesia.

Namun, di balik semua itu, ada momen yang tak kalah menggugah: semangat warga. Mereka tidak sekadar menonton. Mereka menyerap, memahami, dan menyatu dengan semangat bela negara. “Kami bangga melihat langsung kekuatan TNI AU. Ini pertama kali saya melihat jet tempur begitu dekat,” ujar Laila, seorang warga Kurau yang datang bersama keluarganya.

Bagi masyarakat Tanah Laut, latihan ini bukan sekadar tontonan, tapi juga pengingat: bahwa di balik langit yang tenang, selalu ada pasukan yang siap menjaga. Bahwa pertahanan bukan hanya urusan militer, tapi panggilan setiap warga negara.

Dan pagi itu, Maluka Baulin tidak hanya menjadi saksi latihan militer, tapi juga panggung kebanggaan — ketika rakyat dan tentara menyatu dalam semangat merah putih yang sama.(suarapancasila.id-foto:istimewa/Diskominfostasan Tala)

Pos terkait

Settia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *