Pelaihari(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID — Di tengah tantangan zaman dan perubahan sosial yang makin dinamis, satu komitmen besar digaungkan dari sudut Kalimantan Selatan. Kabupaten Tanah Laut (Tala), yang dikenal sebagai Bumi Tuntung Pandang, kini menatap serius masa depan anak-anaknya. Sebuah momentum penting hadir saat Wakil Bupati Tala, H. Muhammad Zazuli, atau yang akrab disapa Haji Uli, membuka kegiatan Virtual Tour Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) dalam rangka evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), Kamis (22/5/2025).
“Verifikasi ini diharapkan menjadi motivasi dalam proses pemenuhan hak anak di Tala agar dapat hidup, tumbuh, dan berkembang,” tegas Haji Uli dari Gedung Command Center lantai dua Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostasan) Tala.
Kalimat tersebut bukan sekadar sambutan, melainkan pernyataan sikap dari seorang pemimpin daerah yang menaruh harapan besar pada generasi mendatang. Menurutnya, proses verifikasi dari tim pusat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI ini bukan hanya soal administrasi dan indikator, tapi juga merupakan refleksi sejauh mana daerah benar-benar melindungi dan memajukan hak-hak anak.
Tak berhenti di situ, Haji Uli menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berkomitmen penuh terhadap pemenuhan hak anak sebagai bentuk tanggung jawab negara dan pemerintah daerah.
“Pemenuhan ini termasuk adanya perlindungan khusus bagi anak, hal ini penting karena menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” imbuhnya saat didampingi oleh Sekretaris Deputi Pemenuhan Hak Anak pada Kemen PPPA RI, Didik Agus Setiawan.
Di tengah acara, tampak pula kekuatan kolaboratif yang mulai terbangun. Tim Gugus Tugas KLA Tala, yang dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Ismail Fahmi, memaparkan sejumlah pencapaian dan strategi yang telah dijalankan untuk memenuhi berbagai indikator dalam sistem penilaian KLA.
Paparan tersebut tidak hanya menggambarkan upaya teknokratis, tetapi juga menunjukkan wajah humanis dari sebuah pemerintahan yang memahami bahwa setiap kebijakan akan berdampak langsung pada tumbuh kembang anak-anak di pelosok desa hingga pusat kota.
Di akhir sambutannya, Haji Uli mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga, dan pemangku kepentingan untuk bersatu dalam visi besar ini.
“Mari kita senantiasa bekerja dengan sungguh-sungguh melaksanakan dan bertanggung jawab memenuhi setiap aksi intervensi ini,” ajaknya lugas, penuh semangat.
Evaluasi ini, sejatinya, bukan sekadar mencari predikat atau penghargaan. Lebih dari itu, ini adalah refleksi komitmen moral dan politik pemerintah daerah dalam memastikan bahwa anak-anak di Tanah Laut mendapatkan hak dasarnya: hidup dengan aman, sehat, dan berdaya.
Karena dalam setiap langkah yang kita ambil hari ini, tertanam masa depan bangsa yang sedang tumbuh—di ruang kelas, di taman bermain, dan di pelukan hangat keluarga yang terlindungi. Tanah Laut pun kini berdiri, menatap ke depan dengan tekad: menjadi rumah yang layak untuk setiap anak.(suarapancasila.id – Foto : Istimewa/Diskominfostasan Tala)










