Tanah Laut(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID — Di balik seremoni pelantikan yang berlangsung khidmat di Balairung Tuntung Pandang, Senin (19/1), tersimpan pesan yang jauh melampaui formalitas jabatan. Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, dengan satu penekanan utama: loyalitas dan integritas sebagai fondasi kepemimpinan birokrasi.
Pelantikan ini bukan sekadar pengisian struktur pemerintahan. Ia menjadi penanda arah, sekaligus pengingat bahwa jabatan adalah amanah publik yang menuntut kesetiaan pada kepentingan bersama, bukan ruang untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Lima pejabat yang dipercaya mengemban tugas strategis tersebut adalah:
Andi Mashabi, A.P., M.M. sebagai Inspektur Tanah Laut pada Inspektorat Kabupaten Tanah Laut.
Ir. Ulil Amri Bahtiar, S.T., M.P. sebagai Kepala Dinas pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Laut.
Tedy Mulyana, S.T., M.T. sebagai Kepala Dinas pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Laut.
Myrza Fazrina, S.T., M.T. sebagai Kepala Dinas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut.
Afrizal Akbar, S.H. sebagai Kepala Badan pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Tanah Laut.
Dalam sambutannya, Bupati Rahmat menegaskan bahwa loyalitas bukanlah sikap membuta, melainkan kesetiaan pada visi, nilai, dan tujuan institusi. Integritas, menurutnya, menjadi pagar moral yang menjaga birokrasi tetap berada di jalur pengabdian.
“Loyalitas kepada pimpinan dan institusi serta integritas dalam bekerja harus dimiliki. Mari bersama-sama untuk membangun Tanah Laut kedepan tanpa ada kepentingan diluar kepentingan bersama” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati mendorong para pejabat yang baru dilantik untuk tidak sekadar hadir sebagai pengisi jabatan, tetapi sebagai pemimpin yang memberi dampak. Jabatan, kata dia, harus menjadi ruang pengabdian yang hidup, memiliki warna, dan meninggalkan jejak kinerja yang nyata.
“Di manapun saudara mendapat amanah, berikanlah warna yang terbaik. Jadikan jabatan ini ladang pengabdian, bukan sekadar posisi,” pesannya.
Menatap tahun 2026, Bupati Rahmat juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah sebagai kunci percepatan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang terbuka terhadap kritik—bukan alergi, apalagi defensif.
“Mari bersama-sama berkolaborasi di tahun 2026 untuk membangun Tanah Laut. Jangan anti kritik, karena dari kritik yang membangun kita bisa berbenah dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tanah Laut, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para asisten, kepala SKPD, serta tamu undangan lainnya. Suasana berlangsung khidmat dan penuh makna, menandai komitmen bersama untuk menghadirkan birokrasi yang profesional, bersih, dan melayani di Kabupaten Tanah Laut.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)










