Masa Reses DPRD Jatim, Sri Wahyuni Tampung Aspirasi Warga Desa Sukoharjo di Balai Desa

Kabupaten Bojonegoro (Jatim) Suarapancasila.id- Peningkatan infrastruktur jalan usaha tani (JUT), rigit beton jalan poros desa menjadi aspirasi yang disampaikan warga saat reses kedua Tahun 2025-2026 Anggota Fraksi Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Minggu  (15/2/2026).

Dalam kegiatan reses tersebut, Sri Wahyuni menerima berbagai aspirasi warga, mulai dari penguatan infrastruktur jalan usaha Tani (JUT), rigit beton, pelatihan kapasitas Kader PKK hingga mempertanyakan fungsi Musrenbangcam.

Salah satu warga, Latif berharap, Sri Wahyuni dapat membantu dalam peningkatan infrastruktur terhadap Jalan Usaha Tani (JUT). Menurutnya, hal itu dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Syafii meminta komitmen peran lebih aktif dari wakil rakyat, khususnya Sri Wahyuni, ke depan agar jangan melupakan konstituen setelah dapat terpilih kembali jadi wakil rakyat.

Selanjutnya warga lain, Tartik juga menyampaikan aspirasi terkait jaring aspirasi di Musrenbangcam. Aspirasi warga lainnya, mengusulkan penguatan pembangunan rigit beton jalan poros desa, agar dapat memperlancar mobilitas berbagai kegiatan warga masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) 12 yang meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Sri Wahyuni menegaskan komitmennya menampung dan memperjuangkan kebutuhan warga Desa Sukoharjo tersebut dalam rapat pembahasan kebijakan di DPRD Jawa Timur.

“Kami akan koordinasikan dan memperjuangkan agar masalah infrastruktur, dan keluhan masyarakat ini bisa segera ditindaklanjuti,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Ketua DPC Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto menekankan, bahwa usulan pembangunan dapat bersumber dari jaring aspirasi Musrembangdes, Musrembangcam, tokoh masyarakat maupun jaring aspirasi DPR.

Dengan semangat silaturahmi dan dialogis, reses ini diharapkan mampu menjaring aspirasi masyarakat dan jadi ruang proyeksi pembangunan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.

Pos terkait