Menggapai Berkah Ramadan, PITI Malang Raya Santuni Anak Yatim dan Tegaskan Semangat Inklusivitas ​

Ketua DPD PITI Malang Raya, Leo A Permana, S.H., M.Hum memberikan santunan secara simbolik kepada anak yatim Ponpes Darul Hidayah asuhan Gus Hisa Al Ayubi. (Foto : Kim)

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Bulan suci Ramadan kembali menjadi momentum bagi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang Raya untuk menebar jaring-jaring kebaikan. Bertempat di Kantor Sekretariat PITI Malang Raya, Jl. Sulfat No.10, Blimbing, suasana khidmat menyelimuti acara santunan anak yatim yang digelar pada Sabtu (07/03/2026) sore.

​Kegiatan rutin tahunan ini menghadirkan puluhan santri dari Pondok Pesantren Darul Hidayah, asuhan Gus Hisa Al Ayubi, yang berlokasi di kawasan Bareng Kartini, Kota Malang.

​Acara dibuka dengan untaian mutiara hikmah melalui tausiyah yang disampaikan oleh Habib Muchsin Al Hadar. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kepedulian sosial sebagai cerminan iman. Suasana haru sekaligus bahagia terpancar saat 20 anak yatim menerima santunan uang tunai dari jajaran pengurus.

​Aksi mulia ini pun memicu reaksi spontan dari para anggota PITI lainnya yang hadir. Secara bergantian, mereka turut memberikan tali asih tambahan, menunjukkan kuatnya ukhuwah dan kedermawanan di bulan yang penuh rahmat ini.

Bacaan Lainnya
Ketua DPD PITI Malang Raya Leo A Permana, S.H., M.Hum menyampaikan sambutan di acara santunan anak yatim dan bukber di kantor sekretariat organisasi yang di nahkodainya, Sabtu (07/03/2026) sore. (Foto : Kim)


​Ketua DPD PITI Malang Raya, Leo A. Permana, S.H., M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan upaya untuk menjemput keberkahan bagi seluruh pengurus dan anggota.

​”Satu harapan kami, dengan sedikit bantuan dari teman-teman pengurus PITI ini, semoga membawa berkah bagi sesama, terutama kepada anak-anak yatim dan dhuafa,” ujar Leo dengan penuh harap.

​Lebih lanjut, Leo menegaskan visi baru PITI Malang Raya di bawah kepemimpinannya. Ia menginginkan organisasi ini bertransformasi menjadi wadah yang inklusif dan tidak eksklusif.

Momentum foto bersama pengurus, kader dan anggota DPD PITI Malang Raya bersama anak yatim. (Foto : Kim)

​”Saya menekankan bahwa PITI adalah rumah besar. Kita bukan organisasi eksklusif. Sekarang, siapapun bahkan yang non-Tionghoa pun boleh bergabung bersama kami di PITI,” tegasnya.

​Pemilihan tema kegiatan yang berfokus pada Akhlak Rasulullah bukanlah tanpa alasan. Menurut Leo, nilai-nilai yang dibawa Nabi Muhammad SAW harus menjadi fondasi bagi setiap langkah warga PITI.

​”Rasulullah hadir di dunia dengan membawa akhlakul karimah yang baik. Sebagai warga PITI, kita harus mampu mengilhami hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di bulan puasa ini,” pungkasnya.

Siraman rohani Habib Muchsin Al Hadar di santunan yatim DPD PITI Malang Raya. (Foto : Kim)

​Acara ditutup dengan momen buka puasa bersama saat kumandang adzan Maghrib bergema. Seluruh pengurus, kader, dan anggota tampak menyatu dalam kehangatan takjil dan hidangan berbuka, memperkuat sinergi untuk pengabdian masyarakat yang lebih luas di masa depan.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait