BADUNG,SUARAPANCASILA.id– Semangat memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM menjadi fokus utama dalam kunjungan kerja Pemimpin Redaksi Nusantara Murni, Mujiardi Santoso, ke Desa Mengwi, Badung, pada Kamis (19/02/2026) siang.
Kunjungan ini tidak hanya sekadar silaturahmi formal, melainkan sebuah misi eksplorasi potensi lokal, khususnya komoditas kopi yang menjadi salah satu pilar ekonomi kreatif di desa tersebut.
Agenda dimulai dengan pertemuan di ruang kerja Perbekel Mengwi I Nyoman Suwarjana,SE.Dalam suasana yang penuh keakraban, Mujiardi Santoso disambut langsung oleh Perbekel Mengwi. Perbincangan mengalir seputar strategi pengembangan desa dan bagaimana media dapat berperan dalam mempromosikan produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Setelah berdiskusi di kantor desa, rombongan kemudian beranjak menuju titik lokasi salah satu UMKM unggulan, yakni pengolahan Kopi Geria yang terletak di Jalan Gusti Ngurah Rai No. 40, Banjar Pengiasan, Desa Mengwi.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh pemilik (owner) Kopi Geria, Ida Bagus Putu Radnyana. Di tempat pengolahan yang harum dengan aroma biji kopi pilihan tersebut, Ida Bagus mengisahkan sejarah panjang di balik brand yang ia kelola.
“Nama Kopi Geria ini sebenarnya sudah melekat di hati masyarakat sejak 30 tahun yang lalu. Secara garis besar, penyebutan itu muncul secara alami dari pelanggan hingga akhirnya menjadi identitas merek kami sampai sekarang,” ungkap Ida Bagus di sela-sela peninjauan lokasi pengolahan.
Kualitas yang terjaga selama tiga dekade membuat Kopi Geria tidak hanya merajai pasar lokal Bali. Ida Bagus memaparkan bahwa produknya kerap dijadikan buah tangan (oleh-oleh) favorit bagi wisatawan, bahkan jangkauan pasarnya telah menembus pasar mancanegara.
“Kopi ini banyak digemari masyarakat lokal, namun sering juga dibawa sebagai oleh-oleh ke luar Bali, bahkan pengiriman kami sudah sampai ke Malaysia,” tambahnya dengan nada bangga.
Di sisi lain, Perbekel Mengwi menaruh harapan besar terhadap perkembangan UMKM seperti Kopi Geria. Menurutnya, keberhasilan sektor swasta kecil menengah harus selaras dengan partisipasi aktif desa dalam pembangunan ekonomi.
“Kami ingin Desa Mengwi menjadi desa yang lebih kreatif. Harapan kami, masyarakat dan perangkat desa bisa berpartisipasi aktif dalam membangun pondasi ekonomi yang kuat,” ujar Perbekel Mengwi.
Beliau juga memaparkan visi ke depan untuk menyediakan wadah representatif bagi produk kopi lokal. Salah satu rencana yang diusulkan adalah pembukaan coffeeshop atau kedai kopi berbasis komunitas di wilayah Mengwi.
“Harapannya, desa bisa membuka coffeeshop yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat nongkrong anak-anak muda untuk berkreasi, tetapi juga menjadi tempat berkumpul yang nyaman bagi keluarga. Ini adalah cara kita menghargai produk sendiri sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa,” pungkasnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan komitmen dari redaksi Nusantara Murni untuk terus mengawal perkembangan UMKM di Bali melalui pemberitaan yang edukatif dan inspiratif.
AR81










