KUBU RAYA (KALBAR), SUARAPANCASILA.ID – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, meresmikan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Abdussalam di Jalan Poros Durian, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (9/2/2026).
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi tengah menjalankan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945.
“Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia. Saat ini, telah terbentuk lebih dari 83.000 badan hukum koperasi desa yang siap beroperasi,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fasilitas koperasi, seperti gudang, gerai, dan alat kelengkapan lainnya. Sebanyak 30.000 koperasi sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan beroperasi penuh pada April 2026.
“Koperasi Desa Merah Putih memerlukan hub atau koperasi sekunder sebagai pusat distribusi. Kabupaten Kubu Raya kami pilih sebagai lokasi pertama pusat distribusi yang akan menjadi model nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyambut baik hadirnya Torasera Abdussalam sebagai lembaga ekonomi syariah yang dinilai mampu menjadi penggerak baru perekonomian masyarakat lokal. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mendukung penuh inisiatif tersebut.
“Kehadiran Torasera Abdussalam sangat selaras dengan visi pembangunan daerah dan arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pemberdayaan ekonomi di wilayah lokal,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, Torasera Abdussalam berperan sebagai mitra strategis Koperasi Desa Merah Putih. Selain menjadi penyokong dan off-taker (penampung) hasil produksi, Torasera juga akan menampung dan memasarkan hasil karya masyarakat, termasuk produk dari pondok pesantren, pelaku UMKM, dan pengrajin lokal.
“Torasera dapat menjadi wadah pemasaran langsung bagi karya anak-anak pesantren, UMKM, dan produk kerajinan masyarakat,” tambahnya.
(ird/kminfo)










