KABUPATEN MALANG (JAWA TIMUR), SUARAPANCASILA.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berjanji segera menyelesaikan tiga persoalan utama yang masih dihadapi para nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Janji tersebut disampaikan dalam sesi dialog bersama para nelayan pada Rabu (04/03/2026).
Tiga persoalan yang menjadi fokus perhatian Menteri Trenggono antara lain keberadaan fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), masalah sedimentasi, serta penguatan akses jalan di kawasan tersebut.
“Saya pertama kali datang ke sini enam bulan yang lalu dan sekarang sudah jadi. Mudah-mudahan tidak sampai enam bulan tiga hal tadi bisa terealisasi,” ujar Trenggono dalam kesempatan tersebut.
Permasalahan SPBN muncul setelah salah seorang nelayan menyampaikan bahwa mereka harus membeli bahan bakar perahu hingga ke Kecamatan Dampit, yang membutuhkan waktu perjalanan dua jam dari Desa Pujiharjo. Menteri Trenggono memastikan akan melengkapi kawasan KNMP dengan fasilitas SPBN untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Untuk masalah sedimentasi, dia menyampaikan telah meminta Direktorat Jenderal Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan pengerukan agar arus masuk dan keluar kapal ke area tambatan atau sandar menjadi lancar.
“Terus untuk yang jalan, sudah saya minta ke Pak Bupati dan nanti kami akan bantu ke Menteri Pekerjaan Umum,” tambahnya.
Saat ini, kawasan KNMP Desa Pujiharjo telah memiliki sejumlah infrastruktur utama yang siap dioperasionalkan, antara lain pabrik es batu portabel untuk ikan, kios perbekalan, kantor pengelola, shelter pendaratan ikan, docking kapal, dan bengkel nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menjelaskan bahwa jumlah perahu nelayan di Desa Pujiharjo per tahun 2026 mencapai 300 unit. Pada musim tangkap, setiap kapal rata-rata membutuhkan 40 liter bahan bakar per hari, sehingga total kebutuhan harian mencapai sekitar 12 ribu liter.
“Berarti ada sekitar 12 ribu liter dalam satu hari yang harus tercukupi. Kalau misalnya nanti per tangki SPBN kapasitas delapan ribu liter, berarti sudah mencukupi untuk satu hari saat musim ikan,” kata Victor.
Menurutnya, pengerukan sedimentasi tidak hanya memudahkan akses kapal dari dan ke laut, tetapi juga meminimalkan kerusakan kapal. “Karena kapal tidak lagi ditambatkan di pasir seperti sebelum-sebelumnya, kondisinya jauh lebih awet kalau disandarkan di air,” pungkasnya.










