Pekan Islami Ke-XIX ACA Berakhir Khidmat, Iwan Kurniawan: Santuni 12.080 Anak Yatim adalah ‘Miracle’.

Anak yatim di kecamatan Tirtoyudo mendapat hadiah utama mobil listrik mainan dari Komisaris Utama PT.Anugerah Citra Abadi (ACA), Iwan Kurniawan, Kamis (12/03/2026). (Foto Kim )

KABUPATEN MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Program kemanusiaan kolosal “Pekan Islami Ke-XIX Tahun 2026” yang diinisiasi oleh PT Anugerah Citra Abadi (ACA) resmi mencapai puncaknya. Perjalanan panjang menyisir 33 kecamatan dan 390 desa di Kabupaten Malang tersebut ditutup dengan penyaluran santunan bagi ribuan anak yatim di empat titik pamungkas: Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, dan Turen.

​Secara akumulatif, program tahun ini berhasil menjangkau 12.080 anak yatim. Di hari terakhir, suasana haru sekaligus ceria mewarnai penyerahan santunan kepada 215 anak di Ampelgading, 283 anak di Tirtoyudo, 491 anak di Dampit, dan 616 anak di wilayah Turen.

Momen foto bersama Komisaris Utama PT ACA Iwan Kurniawan dengan legislator, Muspika dan anak yatim. (Foto : Kim)


​Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan, menyatakan bahwa konsistensi menjalankan program ini selama hampir dua dekade bukanlah beban, melainkan sebuah proses yang mengalir secara spiritual. Bagi Iwan, kedekatan dengan anak yatim membawa dampak nyata dalam kehidupan pribadinya.

Bacaan Lainnya

​”Manfaatnya banyak. Saya tetap mendapat rezeki, kesehatan saya juga bagus. Bersama anak yatim ini banyak miracle, banyak keajaiban yang saya dapat,” ujar Iwan, Kamis (12/3).

​Ia juga mengajak rekan-rekan pengusaha lainnya untuk mulai melirik program serupa sebagai bentuk tanggung jawab sosial. “Ini yang menghimbau pengusaha-pengusaha lain, ayolah bersama anak yatim, pasti akan menemukan jejak miracle,” imbuhnya.

​Meski pelaksanaan tahun ini dinilai berjalan lancar (running well), Iwan telah menyiapkan sejumlah skema perbaikan untuk Pekan Islami tahun depan. Fokus utama bukan hanya pada nominal santunan, melainkan pada peningkatan kualitas barang yang diberikan.

​”Tahun depan kualitas mainan akan saya perbaiki, dan mungkin akan saya susupkan alat-alat sekolah, itu tetap perlu. Untuk anak-anak yang berprestasi (juara), itu sudah masuk program kita untuk diberikan beasiswa,” tegas Iwan.

​Selain itu, ia berencana memperluas jangkauan santunan duafa, berkaca pada program percontohan di satu desa di wilayah Kalipare yang akan dikembangkan lebih masif melalui kerja sama dengan Fatayat NU.

​Kesuksesan program ini tidak lepas dari peran strategis PC Fatayat NU Kabupaten Malang sebagai mitra operasional. Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Malang, Umi Khorirotin Nasichah, mengakui adanya transformasi besar dalam pengelolaan santunan sejak berkolaborasi dengan PT ACA.

​”Awalnya ini menjadi beban bagi kami, tetapi kemudian menjadi kebahagiaan. Dulu kami hanya menangani skala kecil, tapi dengan Bapak Iwan, kami bisa merangkul hampir semua anak yatim di Kabupaten Malang,” ungkap Umi.

​Pihaknya berkomitmen untuk terus mempertajam akurasi data di lapangan. “Kami akan lebih jeli berkoordinasi dengan desa, terutama menyangkut validasi status yatim piatu agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Komisaris Utama PT.Anugerah Citra Abadi (ACA) Iwan Kurniawan joget bareng anak yatim. (foto : Kim)

​Prosesi penutupan Pekan Islami Ke-XIX berlangsung meriah dengan pembagian beragam hadiah edukatif seperti puzzle, boneka, mobil remote control, hingga hadiah utama berupa mobil listrik mainan. Tidak hanya anak yatim, para ibu wali yatim pun turut mendapat perhatian melalui pemberian hijab dan baju lebaran.

​Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr.Ir.Budiar Anwar, M.Si., jajaran legislatif, unsur Muspika, serta perangkat desa setempat. Kehadiran para tokoh publik ini menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif swasta yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial masyarakat.

Komisaris Utama PT.Anugerah Citra Abadi (ACA) Iwan Kurniawan (Kiri) bersama Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Malang, Umi Khorirotin Nasichah (Kanan). (Foto : Kim)

​Pekan Islami Ke-XIX ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara korporasi, organisasi keagamaan, dan pemerintah mampu menciptakan jaring pengaman sosial yang kokoh bagi ribuan anak yatim di pelosok daerah.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait