BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait melakukan langkah cepat menangani dampak banjir bandang yang melanda Kecamatan Bumiayu, Jumat malam (23/1).
Banjir terjadi sekitar pukul 23.00 WIB akibat luapan Sungai Keruh. Desa Dukuhturi, Kalierang, Adisana, dan Penggarutan menjadi wilayah terdampak. BPBD mencatat 11 rumah hanyut, puluhan bangunan rusak, serta fasilitas pendidikan dan rumah ibadah ikut terdampak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Tahroni, menyatakan tim gabungan telah berada di lokasi sejak malam kejadian untuk menyisir korban dan memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal telah dievakuasi ke titik aman.
“Penanganan darurat sudah berjalan. Kami memastikan kebutuhan dasar warga, baik makanan maupun tempat pengungsian sementara, tertangani dengan baik. Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam atas musibah ini,” ujar Tahroni, Sabtu (24/1).
Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) juga sudah tiba di lokasi untuk membantu proses pembersihan material banjir dan mempercepat penanganan darurat.
Selain penanganan jangka pendek, Pemkab Brebes menyoroti kondisi hulu Sungai Keruh di lereng Gunung Slamet yang mulai gundul sebagai faktor penyebab utama.
Tahroni menegaskan bahwa diperlukan pendekatan lingkungan yang komprehensif untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
“Ini merupakan alarm bagi kita semua. Kondisi hulu yang kehilangan fungsi serapannya memperparah dampak banjir. Kami akan segera berkoordinasi dengan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah untuk langkah normalisasi dan tata kelola Daerah Aliran Sungai (DAS) secara menyeluruh,” pungkas Tahroni.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan di wilayah Brebes selatan masih tinggi.










