Pemkab Rejang Lebong Matangkan Gebyar Semarak Merah Putih, Booth UMKM Tambahan Disiapkan Lewat Pihak Ketiga

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong terus mematangkan persiapan pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung pada 1–10 November 2026 di Lapangan Dwi Tunggal Curup. Salah satu fokus persiapan adalah pemenuhan kebutuhan booth bagi pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Persiapan tersebut telah dikonfirmasi kepada Asisten I Setdakab Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana SSTP MSi, selaku Panitia Pelaksana Gebyar Semarak Merah Putih, Jumat (16/10/2026).

Bobby menjelaskan, pada awalnya pihak EO Kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih telah menyiapkan booth untuk memfasilitasi stand Ekonomi Kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rejang Lebong sebanyak 25 Booth. Namun, tingginya antusiasme pelaku UMKM yang ingin ikut berpartisipasi membuat kebutuhan tempat berjualan /booth bertambah.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sejumlah pelaku UMKM telah menyampaikan keinginan untuk ikut memeriahkan kegiatan tersebut sekaligus membuka lapak usaha selama pelaksanaan acara Gebyar Semarak merah Putih.

“Awalnya booth disediakan pihak EO untuk stan ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan OPD sebanyak 25 booth. Namun, dalam perkembangannya, banyak pelaku UMKM yang juga ingin berpartisipasi dan meminta difasilitasi agar bisa membuka lapak selama kegiatan berlangsung,” ujar Bobby.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, panitia berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perindagkop-UKM untuk mencari solusi agar pelaku UMKM lokal lainnya memiliki kesempatan berpartisipasi.

“Kita sedang berupaya mencari solusi atas keterbatasan tempat untuk membuka ruang bagi pelaku usaha lokal atau UMKM untuk memanfaatkan momentum kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih,” kata Bobby.

25 Tenda oleh pihak EO Telah Terisi

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop-UKM Kabupaten Rejang Lebong, Anes Rahman, menjelaskan bahwa 25 tenda yang disediakan oleh pihak EO Gebyar Semarak Merah Putih telah terisi antara lain 23 tenda untuk stand ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan OPD dan 2 tenda lagi dari Dinas kominfo untuk pameran konten kreator dan live podcast selama rangkaian kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih.

Seluruh tenda tersebut telah terisi oleh OPD, dinas, instansi, dan pelaku ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di bawah pembinaan Organisasi Perangkat Daerah.

Tingginya minat pelaku UMKM untuk ikut meramaikan kegiatan membuat panitia perlu mencari alternatif penyediaan tenda /booth tambahan.

Dari hasil koordinasi, terdapat pihak ketiga yang bersedia menyediakan tenda kerucut /booth tambahan bagi pelaku UMKM. Namun, penyediaan fasilitas tersebut menggunakan mekanisme sewa dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak penyedia.

“Dengan tingginya animo dan antusiasme pelaku UMKM untuk ikut memeriahkan Gebyar Semarak Merah Putih, kami sebagai panitia melalui Dinas Perindagkop-UKM dan Dinas Pariwisata mencoba berkomunikasi kepada pihak ketiga untuk menyediakan tenda tambahan,” jelas Anes.

Ia menambahkan, teknis pelaksanaan, termasuk syarat dan ketentuan penyewaan tenda tambahan, menjadi kewenangan pihak ketiga selaku penyedia fasilitas.

Sewa Tenda Rp5 Juta untuk Durasi 20 Hari

Pihak ketiga penyedia tenda, Ismail, mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan tenda kerucut berukuran 5 x 5 meter untuk mengakomodasi pelaku UMKM yang ingin berjualan selama kegiatan berlangsung.

Tarif sewa satu tenda ditetapkan sebesar Rp5 juta untuk durasi penggunaan selama 20 hari. Dalam satu tenda, pelaku usaha dapat berbagi tempat lapak atau booth hingga empat UMKM, sehingga biaya sewa tersebut dapat ditanggung bersama.

Menurut Ismail, biaya sewa tersebut sudah mencakup fasilitas listrik, kebersihan dan keamanan selama kegiatan berlangsung, serta layanan bongkar pasang tenda.

“Durasi sewa selama 20 hari, tenda tersebut dapat dimanfaatkan selama 10 hari pada pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih, yakni 1–10 November 2026. Setelah semarak merah putih yang dilaksanakan Pemda, ada kegiatan pasar malam sehingga 10 hari lagi bisa dimanfaatkan untuk meramaikan pasar malam,” ungkapnya.

Skema berbagi tempat diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan biaya masing-masing.

Pemkab Rejang Lebong terus mematangkan persiapan kegiatan tersebut, termasuk koordinasi antar pihak terkait, agar pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan ruang partisipasi bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

suarapancasilaid'

Pos terkait