TANAH LAUT(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Aksi pencurian kembali meresahkan warga Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Sebuah toko kelontong milik warga di RT 07 menjadi sasaran maling pada Senin dini hari, 9 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Peristiwa tersebut baru diketahui pemilik toko ketika pagi hari saat hendak membuka usahanya seperti biasa.
Pemilik toko kelontong, Selamin, kepada jurnalis di lapangan pada Kamis (12/03/2026) mengungkapkan bahwa ia tidak menyadari kejadian itu saat berlangsung. Ia baru menyadari tokonya telah dibobol setelah melihat kondisi gembok yang sudah dirusak ketika akan membuka toko di pagi hari.
Setelah memeriksa bagian dalam toko, Selamin mendapati sejumlah barang dagangannya telah hilang. Beberapa jenis rokok hingga tabung gas elpiji yang biasa dijual kepada warga sekitar tidak lagi berada di tempatnya.
“Ada beberapa jenis rokok yang di curi, 1 slop rokok Surya 16, 1 slop rokok Surya 12, 1 slop rokok LA 16, 8 buah tabung gas elpiji 3 kg serta uang kembalian di dalam laci,” tutur Selamin.
Aksi pencurian tersebut sebenarnya sempat terekam oleh kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar toko. Namun sayangnya, rekaman itu tidak mampu memperlihatkan identitas pelaku secara jelas. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat menutupi wajahnya dengan penutup muka dan mengenakan topi sehingga sulit dikenali.
Melihat cara pelaku menjalankan aksinya, Selamin menduga pencurian tersebut dilakukan oleh orang yang sudah berpengalaman.
Usai mengetahui kejadian tersebut, Selamin segera melaporkan peristiwa itu kepada Ketua RT setempat agar warga sekitar dapat mengetahui kejadian tersebut dan meningkatkan kewaspadaan.
Ia juga menduga pelaku tidak bekerja sendirian. Menurutnya, jumlah barang yang dicuri, khususnya tabung gas elpiji, cukup banyak dan berat jika harus dibawa oleh satu orang saja.
“Kemungkinan maling ini tidak sendirian, karena mencuri tabung gas 8 buah lumayan berat dan merepotkan jika sendiri. Gembok toko saya dipotong menggunakan alat pemotong,” ungkapnya.
Peristiwa ini menambah daftar kasus pencurian yang terjadi di Desa Telaga. Beberapa bulan sebelumnya, kejadian serupa juga sempat terjadi di wilayah RT 08. Kondisi tersebut membuat sebagian warga mulai merasa khawatir terhadap keamanan lingkungan mereka.
Maraknya aksi pencurian membuat rasa aman warga perlahan terkikis. Maling kini dianggap semakin meresahkan, dan masyarakat berharap adanya peningkatan kewaspadaan bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan mereka.(suarapancasila.id-hayat)










