KABUPATEN BONE (SULSEL), SUARAPANCASILA.ID – merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Kabupaten Bone, khususnya bagi para tenaga honorer yang selama bertahun-tahun telah mengabdikan diri dengan penuh kesabaran dan loyalitas kepada daerah. Pengabdian yang dilakukan secara tulus dan sering kali tanpa kepastian, kini mendapat apresiasi nyata dari Pemerintah Kabupaten Bone melalui pengangkatan dan pelantikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu, (24/12/2025).
Kebijakan ini bukan sekadar keputusan administratif, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menghargai pengabdian rakyatnya. Ini adalah bukti bahwa kerja ikhlas dan kesetiaan pada tugas tidak pernah diabaikan oleh pemerintah yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan.
Kepala Desa Tapong, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Ridwan, S.Pd., MM, menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kabupaten Bone, serta mewakili seluruh masyarakat Desa Tapong menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Bupati Bone atas kepedulian dan keberpihakan beliau terhadap nasib para tenaga honorer yang telah lama mengabdi tanpa pamrih.
Kami juga mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahun 2024, khususnya putra-putri terbaik yang bertugas di Kecamatan Tellu Limpoe dan Desa Tapong. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat.
Sebagai bentuk nyata pengabdian kepada rakyat, Kepala Desa Tapong senantiasa hadir mendampingi dan membantu warga tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Seluruh proses dijalankan semata-mata sebagai tanggung jawab jabatan dan kewajiban pelayanan publik, sesuai sumpah jabatan yang telah diucapkan, serta kesadaran bahwa setiap amanah kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Kami meyakini bahwa seorang pemimpin adalah wakil Tuhan di muka bumi dalam menegakkan keadilan dan menghadirkan kemaslahatan. Prinsip ini sejalan dengan teladan Nabi Muhammad SAW—memimpin dengan kehadiran, kepedulian, ketulusan, dan mendahulukan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi.
Kepemimpinan seperti inilah yang diharapkan masyarakat: bukan pemimpin yang hanya hadir saat membutuhkan rakyat, tetapi pemimpin yang selalu ada untuk warganya—berjalan bersama dalam suka dan duka, dalam kesulitan maupun kebahagiaan. Inilah makna sejati pengabdian dan kepemimpinan yang hidup di tengah rakyat.
Dalam kearifan Bugis, kepemimpinan adalah amanah siri’ yang wajib dijaga dengan kejujuran (lempu’), keteguhan (getteng), dan kemanusiaan (sipakatau). Seorang pemimpin sejati adalah mereka yang menjunjung tinggi nilai malilu sipakainge’—saling mengingatkan dalam kebenaran—serta rebba sipatokkong—saling menopang dalam kesulitan.
Keberpihakan Pemerintah Kabupaten Bone kepada para tenaga honorer mencerminkan nilai lempu’ dalam melihat dan mengakui pengabdian rakyat, serta getteng dalam mengambil kebijakan yang adil dan berani. Sementara kepemimpinan Kepala Desa Tapong yang hadir, melayani, dan bekerja tanpa pamrih adalah perwujudan nyata dari nilai sipakatau—memanusiakan manusia.
Dalam falsafah Bugis dikenal ungkapan, “Ade’ temmakkeana, bicara temmappeppi,” bahwa adat dan keputusan tidak boleh dipermainkan, karena di sanalah kehormatan pemimpin dipertaruhkan. Maka, kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial adalah jalan untuk menjaga martabat (siri’) dan memperkuat kepercayaan rakyat.
Dengan berlandaskan nilai-nilai luhur Bugis tersebut, kami menegaskan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Bone yang berpihak pada rakyat, menghargai pengabdian, dan menegakkan keadilan. Sebab bagi orang Bugis, pemimpin sejati adalah mereka yang hidup bersama rakyatnya, menjaga siri’-nya, dan mempertanggungjawabkan amanahnya bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah SWT.
Opini : Ridwan, S.Pd., MM,
Kepala Desa Tapong










