Petani Brebes Kritik Perhitungan Modal Rp40 Juta, Klaim Untung Rp350 Juta per Hektare

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Sejumlah petani bawang merah di Brebes mengkritisi perhitungan yang dikutip Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto saat kunjungan kerja ke PT Sinergi Brebes Inovatif, Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Senin (23/2/2026). Mereka menilai klaim modal Rp40 juta per hektare dengan hasil Rp350 juta itu tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Modal 40 juta itu buat beli bibit saja kurang. Paling tidak modalnya, per hektare itu 100 juta juga bisa lebih,” ujar Aldi, salah satu petani Brebes. Selasa, (24/2/2026).

Menurut petani, kebutuhan bibit bawang merah per hektare bisa mencapai 1,2–1,5 ton dengan harga fluktuatif, sehingga biaya bibit saja bisa menelan lebih dari Rp40 juta. Selain itu, mereka masih harus menanggung pupuk, pestisida, tenaga kerja, sewa lahan, irigasi, hingga ongkos pasca panen. Risiko gagal panen akibat hama dan cuaca ekstrem serta fluktuasi harga saat panen raya juga membuat keuntungan tidak selalu sebesar klaim Rp350 juta.

Bacaan Lainnya

“Kok bisa itu modal awalnya? Belum misalkan, kalau terkena ulat, cuaca ekstrem, harga murah. Apakah bisa untung 350 juta,” ungkapnya.

Sebelumnya, Titiek Soeharto menyampaikan optimisme terhadap prospek bawang merah Brebes yang sudah menembus pasar ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Arab Saudi. “Ternyata bawang merah kita hasilnya sudah melimpah dan sudah bisa ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Alhamdulillah kita bisa ekspor. Tadi petaninya bilang bahwa modalnya Rp40 juta per hektare, hasilnya bisa mencapai Rp350 juta. Jadi untungnya besar sekali,” kata Titiek.

Menurutnya, stabilitas harga bawang merah cukup terjaga karena permintaan pasar konsisten, dan surplus produksi bisa diserap oleh pasar ekspor. “Ini menunjukkan prospek bawang merah Indonesia sangat bagus. Pasarnya selalu ada, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga disambut Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Wakil Bupati Wurja, jajaran Forkopimda, Sekda Brebes Dr Tahroni, serta sejumlah kepala OPD. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memperkuat fasilitas petani, termasuk pembangunan cold storage, ketersediaan pupuk, dan bibit unggul. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memperkuat posisi Brebes sebagai lumbung bawang merah nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi pemain utama ekspor bawang merah olahan di kawasan regional dan global.

Pos terkait