REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID -Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., melalui Staf Ahli, Taman, SP, M.Si menekankan pentingnya keselamatan dalam pengembangan pariwisata. Keindahan destinasi wisata harus diimbangi dengan kesiapsiagaan menghadapi kecelakaan maupun kondisi darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan dalam pembukaan Latihan Gabungan Potensi SAR Ceria Wisata di Kabupaten Rejang Lebong.
Kegiatan ini diikuti Potensi SAR dari tiga kabupaten, Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang. Di antaranya, unsur TNI, Polri, SPN Curup Polda Bengkulu, BPBD Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang, ORARI, dan lainnya. Turut Hadir, unsur Forkopimda Rejang Lebong, Kalak BPBD Rejang Lebong, M. Budianto, ST, MT, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos, M.Si.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi unsur pencarian dan pertolongan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.Dikatakan Taman, konsep wisata yang ceria tidak akan terwujud tanpa adanya jaminan keselamatan dan keamanan bagi pengunjung maupun masyarakat sekitar.
“Bencana dan kecelakaan memang tidak diharapkan terjadi. Namun, kesiapsiagaan harus dipersiapkan sejak dini agar setiap unsur yang terlibat mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat,” jelas Taman.
Melalui kegiatan yang dikemas dalam suasana Ceria Wisata ini, proses berbagi pengetahuan dan simulasi penyelamatan diharapkan berlangsung lebih menyenangkan tanpa mengurangi kedisiplinan serta profesionalisme dalam tugas SAR.
Keseruan kegiatan wisata tak hanya soal menikmati keindahan alam. Faktor keselamatan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan, terutama di kawasan wisata alam yang memiliki risiko kecelakaan.
Hal inilah yang menjadi salah satu fokus kegiatan Latihan Gabungan Potensi SAR Ceria Wisata di Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini menjadi ajang bagi berbagai unsur pencarian dan pertolongan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat kerja sama dalam menghadapi situasi darurat.
Kepala Unit Siaga SAR Basarnas Rejang Lebong, Erfian Hadinata, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Pariwisata. Pesertanya berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, dan Kepahiang.
Menurut Erfian, latihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mempererat silaturahmi antarpotensi SAR serta membangun sinergi yang berkelanjutan.
“Kita berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan potensi SAR di Rejang Lebong, Lebong, dan Kepahiang. Sekaligus memperkuat sinergisitas dan kolaborasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dibagi menjadi empat sesi. Dimulai dengan apel gabungan yang melibatkan TNI, Polri, instansi terkait, dan organisasi potensi SAR, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pertolongan di permukaan air serta penanganan medis secara spontan.
Peserta juga mengikuti sarasehan dan diskusi bersama para pejabat serta unsur yang hadir. Pada sesi praktik, mereka berlatih menggunakan peralatan bidai untuk penanganan cedera, mengoperasikan motor tempel, menggunakan peralatan rafting, hingga teknik mendayung.
Melalui latihan tersebut, peserta diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kondisi darurat yang berpotensi terjadi di wilayah Rejang Lebong, Lebong, dan Kepahiang.Erfian menyebutkan, sejumlah kejadian yang kerap membutuhkan penanganan SAR di wilayah tersebut di antaranya orang tersesat di gunung atau hutan serta korban hanyut.
Karena itu, kesiapsiagaan personel dan kemampuan menggunakan peralatan pertolongan menjadi bekal penting dalam menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan.Wisata Aman, Pengunjung Nyaman
Kegiatan Potensi SAR Ceria Wisata juga menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi perhatian bersama, termasuk bagi pengunjung dan pengelola destinasi wisata.
Khusus di kawasan wisata air, Erfian mengimbau pengunjung yang tidak memiliki kemampuan berenang agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Salah satunya dengan menggunakan jaket pelampung atau life jacket saat beraktivitas di air.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan,S.Sos, M.Si, berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pengunjung maupun pengelola wisata.
Ia juga berharap latihan gabungan ini dapat menjadi tontonan edukatif bagi wisatawan. Dengan begitu, pengunjung tidak hanya menikmati kegiatan yang berlangsung, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya keselamatan dan langkah pertolongan dalam situasi darurat.
“Melalui kegiatan ini, penguatan kemampuan potensi SAR diharapkan berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. Sebab, destinasi yang menarik akan semakin memberikan kenyamanan ketika aspek keselamatan menjadi perhatian bersama,” demikian Riki.











