Pra Muswil PITI Jatim, Leo A Permana Dorong Kaderisasi Milenial dan Organisasi Inklusif

SURABAYA (JATIM),SUARAPANCASILA,ID-Penguatan kaderisasi generasi milenial, konsolidasi organisasi, dan pengembangan keanggotaan yang inklusif menjadi perhatian Ketua DPD Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang Raya, Leo A Permana, S.H., M.Hum., dalam Rapat Koordinasi Pra Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PITI Jawa Timur.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Hotel Leedon, Surabaya beberapa waktu lalu, Kamis (15/10/2026), sebagai bagian dari persiapan menuju Muswil DPW PITI Jawa Timur.

Leo menilai, momentum pra-Muswil perlu dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi antarpengurus sekaligus merumuskan arah organisasi agar mampu menjawab tantangan regenerasi dan dinamika sosial masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, PITI perlu memberikan ruang lebih besar bagi generasi milenial untuk terlibat aktif dalam kepengurusan maupun pelaksanaan program kerja. Regenerasi tidak sekadar pergantian pengurus, tetapi juga proses menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen terhadap tujuan organisasi.

“PITI harus mampu melakukan kaderisasi generasi milenial dan menjadi organisasi yang inklusif sesuai AD-ART, bukan eksklusif,” ungkap Leo.

Dalam konteks pengembangan organisasi, Leo menyebut DPD PITI Malang Raya sebagai salah satu tolak ukur yang ingin terus dikembangkan dalam membangun organisasi yang terbuka dan mampu merangkul berbagai latar belakang masyarakat.

Ia menjelaskan, PITI berlandaskan pembinaan akidah Islam bagi anggotanya yang beragama Islam. Namun, keterbukaan organisasi tidak semestinya dipahami sebatas identitas etnis Tionghoa.

Menurut Leo, umat Islam non-Tionghoa juga dapat bergabung menjadi anggota PITI. Sementara itu, masyarakat non-Muslim dapat dilibatkan sebagai anggota kehormatan sesuai ketentuan organisasi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang silaturahmi, memperkuat komunikasi lintas kelompok, serta membangun kebersamaan tanpa menghilangkan identitas dan landasan keislaman PITI.

Bagi DPD PITI Malang Raya, keterbukaan menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi organisasi di tengah masyarakat yang majemuk. Organisasi diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi komunitas Muslim Tionghoa, tetapi juga mampu berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kebangsaan bersama elemen masyarakat lainnya.

Di bawah kepemimpinan Leo A Permana untuk masa bakti 2025–2030, DPD PITI Malang Raya juga memiliki ruang untuk memperkuat konsolidasi internal, menata bidang-bidang kepengurusan, serta mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Leo menekankan pentingnya membangun kerukunan dan kesadaran bersama melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya memperkuat toleransi antarkelompok dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Bagi PITI Malang Raya, penguatan organisasi dan hubungan sosial merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kaderisasi yang berkelanjutan diharapkan melahirkan generasi pengurus yang tidak hanya mampu menjalankan administrasi organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan membangun kolaborasi.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi penting agar program organisasi dapat berkembang mengikuti perubahan zaman, termasuk dalam membangun komunikasi publik, memperluas jejaring, serta meningkatkan partisipasi masyarakat.

Melalui rapat koordinasi pra-Muswil di Surabaya, PITI Jawa Timur diharapkan dapat mematangkan agenda organisasi dan memperkuat komunikasi antara pengurus wilayah dengan pengurus daerah.

Bagi Leo, tantangan organisasi ke depan bukan hanya mempertahankan keberadaan kelembagaan, melainkan juga memastikan PITI tetap relevan, terbuka, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kaderisasi milenial, penguatan akidah bagi anggota Muslim, serta keterbukaan dalam membangun hubungan sosial menjadi bagian dari arah pengembangan organisasi yang disampaikannya.

Dengan semangat tersebut, PITI diharapkan dapat terus berkembang sebagai wadah pembinaan umat, penguatan persaudaraan, dan kolaborasi kebangsaan yang menjunjung tinggi nilai keislaman serta menghormati keberagaman masyarakat Indonesia.

suarapancasilaid'

Pos terkait