Program Nakes Door to Door Bupati Brebes Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID –  Program Nakes Door to Door yang digagas Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma sejak awal 2025 terbukti efektif menekan angka kematian ibu dan bayi. Data Dinas Kesehatan Brebes mencatat, angka kematian ibu (AKI) turun dari 54 kasus pada 2024 menjadi 34 kasus di akhir 2025. Angka kematian bayi (AKB) juga menurun dari 303 kasus pada 2024 menjadi 290 kasus pada 2025.

Program ini lahir dari kebutuhan mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Dimana, Brebes memiliki kondisi geografis yang kompleks, mulai dari pesisir, dataran rendah hingga dataran tinggi. Dan, tidak sedikit warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

“Program ini sengaja diprioritaskan untuk membantu warga yang rumahnya jauh terpencil agar bisa mendapatkan layanan kesehatan. Karena justru dari tenaga medis yang mendatangi rumah rumah warga,” ungkap Bupati Brebes, Paramitha, Jumat (30/1/2026).

Bacaan Lainnya

Dengan pola jemput bola, masyarakat tidak lagi terbebani biaya perjalanan menuju puskesmas. Petugas kesehatan rutin mendatangi rumah warga, khususnya ibu hamil, untuk melakukan pemeriksaan.

“Bagi ibu hamil, tidak perlu lagi jauh ke puskesmas. Karena secara rutin, petugas datang untuk memeriksa kehamilan. Sehingga jika nanti melahirkan, bayinya sehat, ibunya juga sehat,” lanjut Bupati.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr Tambah Raharjo, menegaskan hasil program ini sangat positif. “Hasilnya sangat bagus. Jumlah kematian ibu hamil pada 2025 turun dari tahun 2024. Tahun 2024 sebanyak 54 kematian, akhir tahun 2025 turun jadi 34 orang,” bebernya.

Program ini melibatkan tenaga medis, ahli gizi, dan petugas kesehatan lingkungan dari tiap puskesmas. Mereka memprioritaskan wilayah yang membutuhkan penanganan medis dan jauh dari fasilitas kesehatan.

“Kami punya data kondisi kesehatan warga dari laporan kader kader kesehatan di masing masing desa. Sehingga setiap kunjungan, yang ditangani selalu tepat sasaran,” jelasnya.

Selain layanan medis, petugas juga memperhatikan jaminan kesehatan warga. Kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi bagian penting dari setiap kunjungan.

“Selain medis, pasien akan ditanya soal kepesertaan BPJS Kesehatan. Jika belum punya dan kurang mampu, akan didaftarkan pakai anggran Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dari Pemda,” pungkasnya.

Pos terkait