Proyek Drainase Soehat Rampung, Pak Mbois Siapkan Solusi Penghijauan di Sempadan Jalan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat atau yang akrab disapa masyarakat dengan Pak Mbois memberikan sambutan di lounching mobil ambulance Sahabat Sam Anas, Minggu (25/01/2026). (Foto : Kim)

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., merespons cepat keluhan masyarakat terkait hilangnya sejumlah pohon peneduh akibat proyek drainase di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat). Meski secara teknis konstruksi merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkot Malang berkomitmen mencari solusi terbaik untuk mengembalikan keasrian kawasan tersebut.


​Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan pihak provinsi. Hal ini dilakukan untuk mencari jalan keluar terkait saluran yang tertutup serta penanaman kembali pohon-pohon yang terdampak proyek.

​”Kami sedang berkoordinasi dengan provinsi untuk mencari alternatif solusi terkait saluran yang sudah tertutup tadi. Saya rasa nanti akan ada solusi untuk memberikan peneduhan dan hijau-hijaunya lagi,” ujar Wahyu Hidayat saat menghadiri launching mobil ambulance Sahabat Sam Anas di Kopi Tiam 94, Oro-Oro Dowo, Klojen, Kota Malang, Minggu (25/01/2026).

Bacaan Lainnya

​Ia menjelaskan bahwa karena status Jalan Soehat adalah jalan provinsi, maka segala bentuk teknik, konstruksi, hingga perizinan berada di bawah kendali Pemprov Jatim. Namun, Pemkot Malang tetap mengawal sejak awal perencanaan.

​Salah satu strategi yang disiapkan adalah mengoptimalkan fungsi sempadan jalan. Wahyu menjelaskan bahwa area dari as jalan hingga batas pagar atau tembok akan dihitung ulang untuk menentukan titik tanam yang memungkinkan.

​”Sempadan jalan itu kan berarti dari as sampai dengan pagar atau tembok. Karena ini jalan provinsi, kita akan manfaatkan sempadan itu. Kita hitung dulu berapa meter yang tersedia,” jelas Pak Mbois sapaan akrab masyarakat kepada Wahyu Hidayat.

​Menurutnya, area sempadan memang dilarang untuk didirikan bangunan permanen, namun sangat memungkinkan untuk difungsikan sebagai ruang hijau peneduh jalan.

​Lebih lanjut, Wahyu menekankan pentingnya peran serta warga sekitar dan pemilik usaha di sepanjang Jalan Soehat. Pemkot Malang berencana memberikan pemahaman kepada masyarakat agar ikut serta menjaga dan menanam pohon di area sempadan yang telah ditentukan.

​”Nanti kita berikan pemahaman kepada mereka (masyarakat) untuk menanam pohon. Sempadan tidak boleh ada bangunan, tapi kalau untuk peneduh sebagai pendukung jalan, itu bisa dilakukan,” tambahnya.

​Menutup keterangannya, orang nomor satu di Pemkot Malang ini memastikan bahwa konsep penghijauan sudah masuk dalam kesepakatan awal dengan provinsi. Meskipun ada beberapa pohon yang terpaksa dipotong selama pengerjaan fisik, komitmen untuk menghijaukan kembali kawasan Soehat tetap menjadi prioritas.

​”Sejak awal perencanaan, kami sudah sampaikan bahwa pohon harus tetap ada. Itu sudah menjadi kesepakatan kami dengan provinsi,” pungkasnya.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait