REJANG LEBONG (BENGKULU), SUARAPANCASILA.ID — Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)di Kabupaten Rejang Lebong terus menunjukkan hasil nyata. Berdasarkan penilaian Kementerian PANRB Tahun 2025, Indeks SPBE Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong meraihpredikat “Sangat Baik”, menandai kematangan tata kelola pemerintahan digital yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Di bawah kepemimpinan H.M. Fikri Thobari, SE, M.AP dan Wakil Bupati H. Hendri Praja, S.STP.,M.Si transformasi digital pemerintahan terus diperkuat untuk menghadirkan birokrasi yangefektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari menegaskan bahwa capaian Indeks SPBE bukan sekadar prestasi administratif, melainkan wujud perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan.
“SPBE kami jadikan alat untuk mempercepat pelayanan, mempermudah masyarakat, serta memastikan pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel. Yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati.
Sepanjang tahun 2025, penerapan SPBE mendukung berbagai program strategis daerah. Mulai dari peningkatan layanan kesehatan melalui program BPJS gratis dan pembenahan layanan RSUD Curup, inovasi pelayanan administrasi kependudukan Seven in One Disdukcapil, pelaksanaan PPDB Online, hingga penguatan keterbukaan informasi publik dan layanan pengaduan masyarakat berbasis digital.
Seiring dengan penguatan layanan digital, pembangunan infrastruktur fisik juga terus digencarkan. Jalan Sukowati sebagai salah satu ruas utama kota kini kembali mulus, aksesJalan Sukaraja–Pasar Atas semakin lancar, drainase perkotaan dibenahi untuk mengurangi genangan, serta penerangan jalan umum di sejumlah titik kota meningkatkan keamanan dankenyamanan aktivitas warga.
Manfaat pembangunan tersebut dirasakan langsung masyarakat. Andi, pedagang di kawasan Simpang Sukaraja, mengaku penerangan jalan umum membuat aktivitas usaha malam hari semakin hidup. Hal serupa disampaikan Siti, pedagang Pasar Atas Curup, yang merasakan peningkatan jumlah pembeli setelah akses jalan diperbaiki.
Di wilayah pedesaan, perbaikan jembatan dan jalan strategis turut memperlancar mobilitas warga. Mulyadi, warga Desa Duku Ulu, menyampaikan apresiasinya atas perbaikan JembatanDuku Ulu yang kini kembali aman dan nyaman dilalui, terutama untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga menghadirkan ruang publik ramah keluarga melalui pembangunan playground di sekitar rumah dinas bupati serta membuka rumah dinas sebagai ruang interaksi masyarakat, memperkuat kedekatan antara pemerintahdan warga.
Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Rejang Lebong Afreda Rotua Purba S.Hut M.Ling menilai capaian pembangunan Kabupaten Rejang Lebong sepanjang tahun 2025 menunjukkan arahyang semakin terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Afreda, berbagai program yang dijalankan di bawah kepemimpinan Bupati H.M. FikriThobari dan Wakil Bupati H. Hendri Praja telah berjalan selaras antara perencanaan,penganggaran, dan pelaksanaan di lapangan.
“Sepanjang 2025, pembangunan Rejang Lebong tidak hanya terlihat dari fisik infrastruktur,tetapi juga dari kualitas pelayanan publik yang semakin cepat, terintegrasi, dan transparan. Inimenandakan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah sudah berada di jalur yang tepat,”ujar Afreda.
Ia menjelaskan, perbaikan jalan dan jembatan strategis, penataan drainase, penerangan jalanumum, hingga penyediaan ruang publik ramah masyarakat merupakan hasil dari perencanaan yang berbasis kebutuhan riil warga.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rejang LebongUpik Zumratul Aini. Ia menekankan bahwa capaian SPBE merupakan hasil kerja kolektif lintas perangkat daerah dalam membangun ekosistem digital pemerintahan yang terintegrasi denganKominfo sebagai leading sektornya.
“Indeks SPBE sangat baik menunjukkan bahwa Rejang Lebong telah berhasil dan matang dalam menerapkan pemerintahan berbasis elektronik. Mulai dari tata kelola data, keamanan informasi, hingga integrasi layanan publik sudah berjalan optimal sesuai arahan KemenPANRB,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen pimpinan daerah yang konsisten mendorong digitalisasi birokrasi agar pelayanan publik lebih cepat, efisien, danmudah diakses masyarakat.
Dengan capaian Indeks SPBE “Sangat Baik” serta berbagai program pembangunan yang terusberjalan, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menegaskan komitmennya untukmenghadirkan pemerintahan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Pat Petulai. (mcrl)










