KABUPATEN MALANG, SUARAPANCASILA.ID – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Karangploso resmi memulai masa khidmat 2025–2029. Prosesi pelantikan jajaran pengurus di bawah kepemimpinan Ika Muthohharoh, S.Pd berlangsung khidmat di Aula PPAI An Nahdliyah, Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (25/1/2026).
Momentum ini menandai babak baru bagi aktivis perempuan Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah tersebut untuk lebih adaptif terhadap tantangan zaman, mulai dari isu ketahanan keluarga hingga penguatan ekonomi kreatif.
Ketua MWC NU Karangploso, Gus Nadzlil Khoir, dalam arahannya menekankan bahwa Fatayat bukan sekadar organisasi sosial, melainkan “software” atau piranti lunak penggerak jemaah. Ia membekali pengurus baru dengan empat pilar tagline organisasi: Tangguh, Berdaya, Berkarya, dan Berakhlakul Karimah.
”Kader Fatayat harus tangguh secara mental, terutama dalam menyaring informasi agar tidak termakan hoaks. Sebagai perempuan dengan peran ganda—ibu, istri, sekaligus aktivis—ketangguhan adalah modal utama istiqomah dalam perjuangan,” tegas Gus Nadzlil.

Ia juga mengingatkan bahwa organisasi harus menjadi wadah pengembangan keterampilan (skill) yang memberikan kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas, sesuai prinsip Khairunnas anfauhum linnas.
Hadir memberikan dukungan penuh, Ketua TP-PKK Karangploso, Dilla Marendra H. Irawan, menyoroti keunikan struktur kepemimpinan di Karangploso saat ini. Beliau menyebut sinergi antara Fatayat dan GP Ansor akan sangat solid karena ketua kedua organisasi tersebut merupakan pasangan suami-istri.

”Sinergi di Karangploso ini unik karena berada dalam ‘satu rumah’. Ini modal kuat untuk menyelaraskan gerakan pemuda Nahdliyin,” ujar istri Camat Karangploso tersebut.
Dilla juga menyampaikan pesan krusial mengenai pola asuh anak di era digital. Ia mengingatkan para ibu untuk waspada terhadap fenomena “Setan Gepeng” atau ketergantungan pada smartphone.
”Di zaman sekarang, pilihan pendidikan dan arah masa depan anak harus tetap berada dalam kendali ibu dengan cara yang tepat. Kita harus membentengi anak-anak agar tidak kehilangan arah di tengah arus informasi yang terlalu bebas,” imbuhnya sembari mengajak Fatayat berkolaborasi aktif dalam program-program PKK.

Tidak sekadar pelantikan, PAC Fatayat NU Karangploso langsung menunjukkan langkah konkret dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak strategis. Langkah ini diambil untuk memperluas jejaring kemitraan dalam program pemberdayaan perempuan dan pendidikan.
Acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur Harlah ke-103 NU dan penampilan seni dari grup Banjari. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Muslimat NU, GP Ansor, IPNU-IPPNU, serta jajaran akademisi dari STAINU Malang.
Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W










