Satyam Eva Jayate: Gema Konsolidasi Akar Rumput di HUT ke-53 PDI Perjuangan Kota Malang.

KOTA MALANG (JATIM), SUARPANCASILA,ID – Di bawah langit cerah yang menyelimuti Jalan Panji Suroso, derap langkah Satgas Cakra Buana memecah keheningan pagi. PDI Perjuangan Kota Malang resmi memperingati hari jadinya yang ke-53 dengan menggelar upacara bendera di halaman Kantor DPC partai, Sabtu (10/01/2026).

​Meskipun berlangsung sederhana tanpa kehadiran jajaran elit partai yang tengah menjalankan tugas di Jakarta, suasana tetap terasa sakral dan penuh khidmat. Upacara ini diikuti oleh seluruh struktural DPC, badan-badan partai, serta sayap organisasi yang tampak solid mengenakan atribut seragam merah kebanggaan.

​Wasekbid Internal DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Sugianto (Totok Duro), bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat tertulis dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang periode 2025-2030, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS.

Bacaan Lainnya

​Dalam pidatonya, Amithya menekankan bahwa usia 53 tahun adalah penanda kedewasaan ideologis. Ia menegaskan bahwa partai berlambang banteng moncong putih ini bukan sekadar mesin politik, melainkan alat perjuangan rakyat yang berlandaskan Pancasila 1 Juni 1945.

​”PDI Perjuangan lahir dari rahim penderitaan rakyat dan akan terus hidup bersama rakyat. Kader-kader kita harus hadir di sawah, di pabrik, di pasar, dan di kampung-kampung. Di situlah Pancasila bekerja—bukan sebagai hafalan, tetapi sebagai tindakan,” tegas Amithya dalam naskah pidatonya.

​Lebih lanjut, Amithya melalui Sugianto mengingatkan kembali pesan mendalam Bung Karno tentang prinsip Satyam Eva Jayate atau “Kebenaran Pasti Menang”. Prinsip ini diminta menjadi kompas bagi seluruh kader di tengah dinamika politik yang penuh intrik dan manipulasi.

​”Kebenaran itulah yang harus menjiwai setiap langkah konsolidasi kita. Baik dalam membangun struktur hingga ke akar rumput, maupun dalam menjaga marwah partai,” lanjutnya.

​Pasca upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol syukur atas perjalanan sejarah partai sejak fusi PNI tahun 1973. Tak berhenti pada seremonial, PDI Perjuangan Kota Malang menunjukkan keberpihakannya pada rakyat kecil melalui aksi berbagi kasih.

​Ratusan nasi kotak dibagikan kepada para pejalan kaki dan pengendara yang melintas di depan kantor DPC. Kegiatan ini ditutup dengan agenda nonton bareng (nobar) pidato politik Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melalui layanan streaming.

​Peringatan HUT ke-53 ini menjadi momentum konsolidasi total bagi pengurus di tingkat PAC, Ranting, hingga Anak Ranting di Kota Malang. Dengan semangat gotong royong, DPC PDI Perjuangan Kota Malang berkomitmen untuk tetap menjadi wadah aspirasi bagi wong cilik demi mewujudkan keadilan sosial.

​”Selama kita setia pada ideologi dan rakyat, PDI Perjuangan akan terus menang, bukan hanya dalam pemilu, tetapi dalam sejarah bangsa,” pungkas Sugianto menutup pembacaan pidato tersebut.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *