Sepekan Terendam Banjir, Warga Handil Negara Bertahan di Rumah Mereka

Tanah Laut(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Banjir yang melanda Desa Handil Negara, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, hingga awal Januari 2026 masih menyisakan genangan di permukiman warga. Air yang tak kunjung surut memaksa ratusan kepala keluarga bertahan dalam kondisi serba terbatas, di tengah aktivitas yang kian melambat dan ruang hidup yang menyempit.

Berdasarkan laporan aparatur Pemerintah Desa Handil Negara, dampak banjir tahun 2026 ini menyentuh sedikitnya 237 kepala keluarga atau 723 jiwa. Di antara mereka terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, yakni 11 bayi, 44 balita, 2 ibu hamil, serta 85 lansia. Data tersebut tercatat per 3 Januari 2026.

Kepala Dusun I Desa Handil Negara, Ibu Saleha, menjelaskan bahwa banjir dengan kedalaman bervariasi telah berlangsung selama satu minggu terakhir. Ketinggian air di dalam rumah warga berbeda-beda, tergantung kondisi kontur dan bangunan rumah.

Bacaan Lainnya

“Kalau banjir yang terdalam sudah satu minggu, kedalaman di dalam rumah bervariasi antara 10 cm sampai 40 cm, yang memang rumahnya rendah. Banjir ini akibat air pasang laut dan curah hujan serta air kiriman dari Bati-Bati dan sekitarnya,” ujar Ibu Saleha.

Situasi banjir pun belum sepenuhnya stabil. Pada Sabtu, 3 Januari 2026, tepat pukul 12.45 WITA, ketinggian air kembali mengalami kenaikan.

“Per hari ini 3 Januari tepat pukul 12.45 WITA, keadaan air kembali naik 5 cm,” tambahnya.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah mulai menggerakkan langkah-langkah penanganan darurat. BPBD Tanah Laut, bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, telah menyiagakan dapur umum serta posko pelayanan kesehatan guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir.

Sementara itu, pada Jumat, 2 Januari 2026, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto turun langsung ke lapangan. Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memastikan bahwa negara benar-benar hadir di tengah warga yang tengah menghadapi masa sulit.

Didampingi Komandan Kodim 1009/Tanah Laut Letkol Inf. Adhy Irawan, Bupati meninjau sejumlah titik terdampak banjir, mulai dari Desa Handil Negara, kawasan Kali Besar di Kecamatan Kurau, hingga Handil Birayang Bawah di Kecamatan Bumi Makmur.

Di lokasi-lokasi tersebut, genangan air masih terlihat bertahan. Aktivitas warga berjalan lambat, bahkan di beberapa titik terhenti sepenuhnya. Dalam suasana yang sarat keprihatinan itu, Bupati tidak hanya meninjau kondisi lapangan, tetapi juga menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak, sebagai bentuk kepedulian sekaligus penegasan bahwa pemerintah daerah berupaya hadir dan bertanggung jawab di tengah situasi darurat.

Banjir di Handil Negara menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan, tata air, dan perubahan cuaca masih menjadi tantangan nyata bagi masyarakat pesisir dan dataran rendah. Di balik angka dan data, ada kehidupan yang menunggu kepastian: kapan air surut, dan kapan kehidupan bisa kembali berjalan seperti sediakala.(suarapancasila.id-foto:ist)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *