Sinergi Filantropi dan Penguatan Ekonomi: DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kota Malang Konsolidasikan Agenda Ramadan 1447 H.

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Malang menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai ekonomi kerakyatan dengan aksi kemanusiaan. Melalui pertemuan rutin koperasi yang dirangkaikan dengan momen buka bersama, organisasi ini mematangkan proyeksi program strategis menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

​Bertempat di kawasan Klayatan, Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, agenda ini menjadi ruang dialektika internal untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus memastikan peran serta Srikandi PP dalam dinamika sosial kemasyarakatan.

​Ketua DPC Srikandi PP Kota Malang, Kiky Tutik Sundari, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada penguatan struktural, tetapi juga pada implementasi nyata nilai-nilai Pancasila melalui instrumen ekonomi dan sosial.

​Dalam arahannya, Kiky memaparkan rencana besar yang dijadwalkan pada Minggu, 15 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Agenda tersebut mencakup, Aksi Filantropi dengan pembagian takjil secara masif serta penyaluran santunan bagi anak yatim dan kaum duafa. Kemudian Inklusi Ekonomi melaksanakan penyerahan bingkisan lebaran dan distribusi Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Srikandi sebagai bentuk transparansi dan kesejahteraan bagi anggota. Selain itu, guna memperkokoh silaturahmi komunal akan berlanjut buka puasa bersama untuk mempererat kohesi sosial antar-kader.

​”Kami memandang Ramadan bukan sekadar momentum ritualistik, melainkan sebuah peluang untuk melakukan redistribusi kesejahteraan. Melalui pembagian SHU koperasi, kami ingin membuktikan bahwa kemandirian ekonomi organisasi dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh anggota,” ujar Kiky Tutik Sundari, Sabtu, (28/02/2026) sore.

​Lebih lanjut, Kiky menyoroti pentingnya ekosistem ekonomi mikro di dalam organisasi. Setiap pertemuan rutin tidak pernah lepas dari gelar produk UMKM milik anggota. Hal ini merupakan strategi market-creation internal untuk memastikan roda ekonomi kader tetap berputar.

​Selain aspek komersial, DPC Srikandi PP Kota Malang juga mengedepankan fungsi tali asih. Program ini dirancang sebagai bentuk mitigasi sosial bagi anggota yang sedang mengalami hambatan, seperti sakit atau musibah lainnya.

​”Intelektualitas organisasi diuji dari sejauh mana kita mampu berempati. Pemberian tali asih ini adalah bentuk social safety net (jaring pengaman sosial) internal kami. Kami ingin memastikan bahwa dalam naungan Srikandi PP, tidak ada anggota yang berjuang sendirian saat menghadapi kesulitan,” tambah Kiky dengan nada persuasif.

​Pertemuan yang berlangsung di Jl. Kemantren tersebut menjadi sinyal kuat bahwa DPC Srikandi PP Kota Malang tengah bertransformasi menjadi organisasi perempuan yang lebih modern, berbasis data ekonomi (koperasi), namun tetap menjaga nilai-nilai humanis yang kental.

​Dengan langkah-langkah strategis ini, Srikandi PP Kota Malang diharapkan mampu menjadi preseden bagi organisasi kemasyarakatan lainnya dalam mengelola potensi internal demi kemaslahatan publik yang lebih luas.

Pewarta : Doni Kurniawan
Editor : Denny W

Pos terkait