SURABAYA (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Di pengujung Ramadan, saat umat Muslim berbondong-bondong memburu keutamaan malam Lailatul Qadar, komunitas Baladewa Republik Cinta (BRC) memilih jalur “keshalehan vertikal dan horizontal” secara simultan. Pada malam ke-25 Ramadan, BRC bersama Penasehatnya, Hj. Siti Rafika Hardhiansari, S.Si (Mbak Rafika), menggelar safari sosial di Panti Asuhan Tanwir, Asemrowo, Surabaya, Sabtu (14/03/2026).
Aksi ini bukan sekadar seremoni pemberian santunan, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa seni, kemanusiaan, dan spiritualitas adalah satu tarikan napas yang tak terpisahkan.
Hj. Siti Rafika Hardhiansari, S.Si, atau yang karib disapa Mbak Rafika, hadir membawa pesan mendalam. Baginya, intelektualitas seorang Muslim diuji sejauh mana ia mampu merasakan denyut nadi masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim.
”Menyantuni adik-adik di Yayasan Panti Asuhan Tanwir adalah manifestasi dari rasa syukur yang hakiki. Ini adalah bahasa cinta yang kami terjemahkan melalui aksi nyata, menjangkau mereka yang butuh dikuatkan di bulan suci ini,” urai Mbak Rafika dengan nada tenang namun penuh penekanan.
Sebagai figur yang aktif di berbagai lini, Mbak Rafika tidak melupakan tanggung jawab moralnya sebagai Mitra Polri dan Ketua Yayasan Bonek untuk Bangsa. Di hadapan puluhan anak yatim, ia mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan doa-doa strategis bagi kemaslahatan publik.
Demi stabilitas keamanan, Doa khusus ditujukan bagi Kapolri dan seluruh jajaran Polri agar tetap teguh dan amanah dalam mengawal kedaulatan NKRI.
Untuk kejayaan Persebaya maka sebagai representasi semangat Arek Suroboyo, doa keberkahan juga dilangitkan demi Persebaya Surabaya agar kembali meraih takhta juara dengan spirit Wani.
Di sisi lain, Ketua BRC Vivid Ahmad memandang bahwa eksistensi komunitasnya di industri musik memerlukan “bahan bakar” spiritual. Ia meyakini bahwa setiap nada dan karya yang mereka hasilkan akan jauh lebih bermakna jika disandarkan pada doa-doa tulus dari kaum dhuafa dan anak yatim.
”Kami datang meminta doa. Kami ingin karier musik kami tidak hanya sukses secara komersial, tapi juga sukses dalam menebar kebermanfaatan. Kekuatan doa adik-adik yatim adalah pondasi bagi langkah kami ke depan,” ungkap Vivid Ahmad.
Pihak Panti Asuhan Tanwir, melalui Ustadz Roziq, menyambut haru kehadiran rombongan BRC. Ia menilai figur seperti Mbak Rafika dan para punggawa BRC telah menunjukkan teladan bahwa kesuksesan duniawi harus berjalan selaras dengan kepedulian ukhrawi.
”InsyaAllah, melalui wasilah berbagi di malam ganjil ini, setiap hajat Mbak Rafika dan keluarga besar BRC akan dimudahkan oleh Allah SWT. Kami sangat mengapresiasi ketulusan ini,” ujar Ustadz Roziq.
Pertemuan di malam ke-25 tersebut diakhiri dengan buka puasa bersama yang penuh kehangatan, seolah menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk kota Surabaya, masih ada cahaya kemanusiaan yang berpijar terang dari tangan-tangan yang peduli.
Pewarta : Doni Kurniawan .
Editor : Denny W










