Pelaihari(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Aula Rapat DPD Partai Golkar Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (14/3/2026) sore. Di tengah suasana bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan, para kader dan pengurus Partai Golkar dari berbagai tingkatan berkumpul dalam satu momentum kebersamaan yang sarat makna: temu kader sekaligus buka puasa bersama.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WITA itu mempertemukan jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Tanah Laut dengan para pengurus PK Partai Golkar kecamatan se-Kabupaten Tanah Laut. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat silaturahmi, mempererat ukhuwah, sekaligus memperkokoh konsolidasi organisasi di antara para kader partai berlambang pohon beringin tersebut.
Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan juga diisi dengan tausiyah agama yang memberikan penguatan spiritual bagi para kader dan pengurus yang hadir. Dalam tausiyah tersebut disampaikan pesan tentang pentingnya kepemimpinan yang amanah, semangat pengabdian kepada masyarakat, serta nilai berbagi dan kepedulian terhadap sesama, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh rahmat.
Melalui tausiyah tersebut, para kader diingatkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat melayani masyarakat. Nilai-nilai itulah yang diharapkan dapat terus menjadi pedoman dalam perjalanan organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Di tengah suasana yang penuh kekeluargaan itu, Ketua DPD Partai Golkar Tanah Laut, H. Agus Prasetya Budiono, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para kader dan pengurus yang hadir. Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan kader di tingkat kecamatan.
“Para pimpinan kecamatan diharapkan dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam agenda politik partai ke depan. Harapannya, mereka dapat menjadi calon legislatif sebagaimana yang diharapkan oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi. Hal yang sama juga diharapkan dari para ketua organisasi sayap partai, seperti AMPG, AMPI, dan KPPG,” ujar H. Agus Prasetya dalam sambutannya.
Menurutnya, kesiapan kader di tingkat kecamatan merupakan fondasi penting dalam memperkuat struktur dan gerakan Partai Golkar di daerah. Dengan kepengurusan yang kuat hingga ke tingkat bawah, berbagai program dan kegiatan partai dapat berjalan lebih terarah serta mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.
H. Agus Prasetya juga mengungkapkan rencana kunjungan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman, ke Kabupaten Tanah Laut dalam waktu mendatang. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kepengurusan partai di tingkat kecamatan telah terbentuk dan berjalan dengan baik.
“Insyaallah ke depan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Selatan, Bapak H. Hasnuryadi Sulaiman, akan berkunjung ke pengurus kecamatan di Kabupaten Tanah Laut untuk memastikan bahwa struktur kepengurusan telah terbentuk dengan baik. Dengan demikian, kegiatan dan program partai dapat berjalan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa,” lanjutnya.
Kegiatan temu kader dan buka puasa bersama ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh kader dan pengurus Partai Golkar se-Kabupaten Tanah Laut. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempererat komunikasi, saling bertukar gagasan, serta memperkuat komitmen bersama dalam membesarkan partai.
Tidak hanya diisi dengan sambutan dan tausiyah agama, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pembagian bingkisan sembako kepada seluruh kader dan pengurus Partai Golkar yang hadir. Penyerahan paket tersebut menjadi simbol kepedulian sekaligus wujud semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Melalui kegiatan ini, Partai Golkar Tanah Laut tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga menegaskan bahwa nilai silaturahmi, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam perjalanan organisasi.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, temu kader dan buka puasa bersama menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia menjadi ruang mempererat ukhuwah, meneguhkan komitmen, sekaligus mengingatkan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya bertumpu pada struktur, tetapi juga pada persaudaraan, keikhlasan, dan kebersamaan para kadernya—dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.(suarapancasila.id-hayat)










