PERAWANG(RIAU), SUARAPANCASILA.ID -Halaman Kantor Public Affair PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang mendadak berubah menjadi lautan kreativitas dan keceriaan sejak Jumat (30/1/2026). Melalui gelaran bertajuk “UMKM Fest Ceria”, korporasi kertas terbesar di Asia Tenggara ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, melainkan tentang memberi ruang bagi usaha rakyat untuk naik kelas.
Selama dua hari, 30-31 Januari 2026, festival ini menjadi panggung bagi puluhan produk unggulan mulai dari kuliner khas, minuman segar, hingga kerajinan tangan estetik hasil tangan dingin para pelaku UMKM binaan perusahaan.
Bukan sekadar ajang jual beli, festival ini dirancang sebagai ekosistem interaksi. Di balik meja-meja stan, para pelaku usaha tidak hanya menjajakan produk, tetapi juga membangun jejaring dan meningkatkan eksposur merek mereka di mata publik.
Manager Public Affair PT IKPP Perawang, Armadi ME, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah perwujudan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami tidak ingin berhenti pada pelatihan saja. UMKM Fest Ceria adalah wadah nyata untuk mempromosikan produk lokal dan meningkatkan daya saing mereka. Ini kontribusi nyata kami untuk pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ujar Armadi. Sabtu (31/1)
Suasana festival semakin hidup dengan keterlibatan generasi muda. Ratusan anak TK se Kecamatan Tualang tampak antusias menumpahkan warna di atas kertas dalam lomba mewarnai.
Di sisi lain, ratusan warga juga berbaur dalam senam sehat bersama, menciptakan harmoni antara produktivitas ekonomi dan kebugaran fisik.
Penghulu Kampung Pinang Sebatang Barat, Rudi Hardianto, yang hadir mewakili Camat Tualang, menyebut langkah PT IKPP sebagai inspirasi bagi pembangunan desa.
“Banyak yang belum tahu kalau produk UMKM kita ini kualitasnya sudah menembus pasar nasional bahkan mancanegara. Dengan bazar ini, masyarakat luas bisa melihat langsung potensi hebat yang dimiliki Tualang,” kata Rudi.
Melihat antusiasme warga dan perputaran ekonomi yang terjadi, muncul harapan agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan belaka.
“Kalau bisa dibuat estafet setiap bulan di kampung-kampung berbeda. Ini inovasi yang luar biasa. Mari kita dukung dan sukseskan, semoga produk-produk yang dipajang hari ini habis terjual,” pungkasnya.










