JAMBI, SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kota Jambi memperkuat disiplin aparatur sekaligus mempertajam fokus pembangunan 2026 melalui penguatan 11 program unggulan “Kota Jambi Bahagia”. Prioritas utama tahun ini diarahkan pada kebersihan dan keamanan kota sebagai fondasi menuju kota tangguh dan berdaya saing.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin Apel Gabungan ASN se-Kota Jambi di lapangan utama Kantor Wali Kota, Senin (9/2/2026). Ia meminta seluruh aparatur bekerja lebih terarah, responsif, dan tidak menunggu perintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Tahun ini fokus kita adalah B untuk Bersih dan A untuk Aman. Dua hal ini menjadi prioritas utama,” tegas Maulana.
Dalam mendukung program kebersihan, Pemkot Jambi akan memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui bantuan APBN dan program Kampung Bahagia. Salah satunya dengan penambahan armada baru pengangkut sampah yang dijadwalkan mulai beroperasi pada April mendatang.
“Sebanyak 20 armada baru akan masuk untuk mengangkut sampah dari bentor di tingkat RT dan kelurahan. Selain itu, pabrik pengolahan sampah juga mulai didatangkan alatnya pada Mei. Tahun ini kebersihan harus menjadi prioritas nyata,” jelasnya.
Sementara untuk meningkatkan keamanan, pemerintah akan memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh RT se-Kota Jambi melalui program Kampung Bahagia. Langkah ini diharapkan memperkuat pengawasan lingkungan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.
Maulana menambahkan, jika dua prioritas tersebut tercapai, Pemkot Jambi akan melanjutkan fokus pada pengembangan kampung wisata pada tahun depan. Hal itu dinilai strategis untuk memanfaatkan konektivitas Tol Sumatra yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran Pemkot Jambi agar meningkatkan kualitas kinerja di setiap lini, termasuk mempercepat respons terhadap keluhan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan publik yang prima.
“Dengan berbagai target yang sudah berjalan, kita harus lebih konsisten dan semakin cepat merespons kebutuhan masyarakat,” katanya.
Maulana menyampaikan, implementasi 11 program unggulan Kota Jambi Bahagia sepanjang tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza telah memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya melalui program Kampung Bahagia dengan dukungan anggaran Rp100 juta per RT.
Program yang diawali melalui 67 RT sebagai proyek percontohan tersebut dinilai mampu mendorong penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, sekaligus memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.
“Program ini memiliki daya ungkit nyata. Indikator ekonomi membaik, angka kemiskinan dan pengangguran menurun. Ke depan, dampaknya juga diharapkan terlihat pada peningkatan IPM,” ungkapnya.
Selain itu, sejumlah program lain seperti Kartu Bahagia hingga Call Center Bahagia 112 juga telah berjalan sebagai upaya memperluas perlindungan sosial dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Menurut Maulana, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dan unsur pendukung yang bergerak dalam satu visi pembangunan.
“Tidak ada yang mudah. Tetapi dengan komitmen, kerja keras, kolaborasi, dan sinergi, kita bisa mewujudkan harapan dan kebahagiaan masyarakat,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkot Jambi atas kontribusi dan dedikasi selama satu tahun terakhir dalam mengawal berbagai program pembangunan.
“Setiap capaian tidak terlepas dari peran seluruh perangkat daerah dan unit kerja. Kerja sama yang baik inilah yang menjadi kekuatan kita sebagai tim untuk mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” pungkasnya.
MC KOTA JAMBI – Pasha Yudha Ernowo









