SAWAHLUNTO (SUMBAR), SUARA PANCASILA.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sawahlunto memiliki kepemimpinan baru setelah Rapat Pleno PMI Kota Sawahlunto menetapkan Andrio An, SH., C.Med sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua PMI Kota Sawahlunto. Penetapan ini dilakukan secara aklamasi, menyusul pengunduran diri ketua sebelumnya, Meyvita Deri Asta.
Rapat pleno yang digelar di Ruang Serbaguna RSUD Sawahlunto pada 18/11/2025 i dipimpin oleh Drs. Irzam. K, MM selaku Wakil Ketua PMI Kota Sawahlunto dan didampingi Yulia Santi sebagai Sekretaris. Forum pleno berjalan dinamis, penuh kekeluargaan, dan menegaskan kembali pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam menjaga laju organisasi kemanusiaan yang strategis ini.
Dalam sambutan perdananya, Andrio An menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan menekankan bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi bentuk pengabdian yang harus dijaga dengan integritas.
“Saya berkomitmen menjalankan roda organisasi ini dengan sebaik-baiknya. PMI adalah rumah pengabdian, dan keberhasilan kita bukan kerja satu orang, melainkan kerja kolektif,” ujar Andrio di hadapan jajaran pengurus.
Ia mengajak seluruh elemen pengurus untuk berkolaborasi dan berelaborasi demi memastikan program kerja PMI terus berjalan optimal, terutama dalam bidang pelayanan sosial, kebencanaan, kesehatan, dan kesiapsiagaan relawan. Menurutnya, PMI Kota Sawahlunto harus tetap menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain memastikan keberlanjutan kegiatan organisasi, Andrio juga menegaskan bahwa tugas penting PMI Kota Sawahlunto dalam waktu dekat adalah mengantarkan pemilihan Ketua Definitif melalui agenda Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) sesuai arahan PMI Provinsi Sumatera Barat.
“Kita punya tanggung jawab utama untuk memastikan proses Musdalub berjalan baik, tertib, dan menghasilkan kepemimpinan definitif yang kuat untuk PMI Kota Sawahlunto ke depan,” tegasnya.
Dengan terpilihnya Andrio An sebagai PLT Ketua, jajaran pengurus PMI Kota Sawahlunto berharap roda organisasi tetap berjalan stabil dan penuh semangat pengabdian hingga terpilihnya Ketua Definitif pada agenda Musdalub mendatang.
Rapat pleno ditutup dengan penegasan komitmen bersama: bahwa perubahan kepemimpinan tidak boleh menghambat misi kemanusiaan. PMI harus terus hadir, bekerja, dan melayani.










