AS Hanya Punya 25% Rudal Patriot untuk Semua Operasi Militer Pentagon di Seluruh Dunia

INTERNASIONAL,SUARAPANCASILA.ID- AS hanya memiliki sekitar 25% rudal Patriot yang menurut para perencana di Pentagon dibutuhkan untuk semua operasi militer AS secara global. Data itu diungkap dalam laporan The Guardian pada hari Selasa (8/7/2025).
Menurut laporan tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg sangat khawatir dengan berkurangnya cadangan sehingga ia memerintahkan agar transfer dihentikan sementara Pentagon meninjau pengiriman ke mitra AS. Middle East Eye adalah yang pertama kali mengungkapkan selama konflik Israel-Iran baru-baru ini bahwa pejabat AS khawatir tentang kecepatan mereka menggunakan rudal pencegat untuk mempertahankan Israel dari serangan rudal balistik. Seorang pejabat AS mengatakan kepada MEE pada saat itu bahwa ada kekhawatiran serangan langsung AS terhadap Iran dapat menyebabkan pembalasan yang lebih besar dari Republik Islam, yang akan menguras persediaan AS ke tingkat yang “mengerikan”. Konflik antara Israel dan Iran memuncak dalam serangan terbatas AS terhadap situs nuklir Natanz, Fordow, dan Isfahan milik Iran. Iran menanggapi dengan memberi tahu AS melalui Qatar bahwa mereka akan menembakkan 14 rudal balistik ke pangkalan udara al-Udeid, barat daya Doha. Menurut analis pertahanan sumber terbuka, AS diperkirakan akan menembakkan dua hingga empat pencegat untuk setiap rudal yang ditembakkan.
The Guardian melaporkan AS menembakkan hampir 30 pencegat Patriot, atau PAC-3, untuk menghentikan serangan Iran. “Bahkan jumlah yang relatif rendah ini memperburuk kekurangan stok,” papar laporan itu. Dan Caine, jenderal Angkatan Udara AS dan ketua kepala staf gabungan, mengatakan kepada situs berita The War Zone bahwa, “Operasi untuk mempertahankan al-Udeid dari serangan simbolis Iran adalah pertempuran Patriot tunggal terbesar dalam sejarah militer AS.” Jumlah yang relatif rendah yang terlibat menggarisbawahi betapa berharganya rudal Patriot, terutama pada saat penggunaan rudal balistik meningkat di Eropa Timur dan Timur Tengah. Pada tahun 2024, Lockheed Martin melaporkan mereka memproduksi dan mengirimkan 500 pencegat, peningkatan 30% dari tahun sebelumnya. Selain menembakkan Patriot selama konflik, AS turut serta dalam pertahanan Israel, menggunakan setidaknya satu baterai antirudal Terminal High-Altitude Area Defence di wilayah tersebut dan pencegat SM-3 yang dipasang di kapal. Sekitar seminggu setelah konflik Israel-Iran, pemerintahan Trump mengonfirmasi laporan bahwa mereka telah menangguhkan pengiriman pencegat pertahanan udara dan senjata lainnya ke Ukraina saat negara itu menghadapi serangan udara besar-besaran Rusia.
“Pengiriman ke Ukraina dihentikan saat berada di Polandia dan termasuk pencegat pertahanan udara Patriot, rudal udara-ke-udara, peluru artileri, rudal permukaan-ke-udara Stinger, dan rudal udara-ke-darat Hellfire,” ungkap The Wall Street Journal. Penangguhan pengiriman rudal Hellfire ke Ukraina penting karena beberapa hari sebelum Israel melancarkan serangan mendadaknya ke Iran pada bulan Juni, AS mengirimkan ratusan rudal Hellfire ke Israel. MEE secara eksklusif melaporkan pengiriman tersebut. Presiden AS Donald Trump pada hari Senin membatalkan keputusan untuk menghentikan pengiriman, dengan menyatakan AS akan mengirimkan pasokan pertahanan tambahan ke Ukraina. Akan tetapi, ia tidak memberikan rincian tentang sistem persenjataan atau jumlahnya.

SUMBER:SINDONEWS

Pos terkait

Settia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *