TABANAN,SUARAPANCASILA.id-Visi besar Indonesia Emas 2045 memerlukan pondasi fundamental yang berfokus pada kualitas sumber daya manusia sejak dini. Menjawab tantangan tersebut, Bagio Utomo, SH, seorang begawan properti yang juga merupakan tokoh di balik Yayasan Ar-Rosikhun, menegaskan komitmennya melalui langkah konkret dalam penguatan ketahanan gizi nasional.
Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Bagio Utomo menjalin kemitraan strategis dengan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kemitraan ini bukan sekadar aktivitas korporasi rutin, melainkan sebuah manifestasi kontribusi terhadap masa depan generasi bangsa sekaligus katalisator dalam penciptaan lapangan kerja baru di sektor riil.
Dalam kunjungan observasi yang dilakukan oleh awak media di fasilitas Dapur MBG milik Bagio Utomo pada Selasa (13/01), terlihat standar operasional yang mengedepankan aspek sterilitas dan higienitas tingkat tinggi. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rafi, Kepala Dapur SPPG, yang memaparkan rigositas proses pengolahan makanan demi menjamin mutu konsumsi.
Bagio Utomo menegaskan bahwa aspek keberlanjutan (sustainability) adalah kunci. Ia memproyeksikan posisi SPPG dalam rentang 5 hingga 20 tahun ke depan sebagai instrumen vital yang memastikan transisi menuju Indonesia Emas bukan sekadar retorika, melainkan realitas yang terukur.
Menurut Bagio, kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergitas antara sektor privat dan pemerintah dalam mengintervensi tantangan gizi di masyarakat. Ia memandang SPPG sebagai ujung tombak yang memiliki skema pelayanan komprehensif.
“Kami telah merancang skema pelayanan yang mencakup seluruh spektrum usia produktif, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Tidak hanya itu, intervensi gizi ini juga menyasar kelompok krusial dalam kategori B3, yaitu Ibu Menyusui, Ibu Hamil, dan Balita,” ujar Bagio Utomo dalam sesi wawancara.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memitigasi risiko stunting dan malnutrisi secara sistemik, sembari menggerakkan roda ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja di unit-unit dapur produksi. Dengan integrasi antara manajemen profesional dan visi kemanusiaan, Yayasan Ar-Rosikhun optimis bahwa kedaulatan gizi akan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi unggul di masa depan.
AR81










