BARITO SELATAN (KALTENG). SUARAPANCASILA.ID- Ratusan peserta mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Barito Selatan (Barsel) jenjang SD dan SMP sederajat Tahun 2026, Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga kelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal.
Pembukaan festival yang diselenggarakan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) yanh berlangsung pada 29-30 Oktober 2026, di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kamis 29 Oktober 2026.
Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Barsel sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Dr. Hj. Permana Sari, SSI MM MBA yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Barsel dan di hadiri oleh Bupati Barito Selatan Dr. H. Eddy Raya Samsuri, ST MM serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten Barsel.
“Diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam Festival Tunas Bahasa Ibu ini dapat memiliki pemahaman yang seragam dan dapat melestarikan warisan bahasa ibu, menjaga jati diri bangsa kepada anak-anak kita.
Bahasa ibu merupakan warisan budaya yang sangat berharga, melalui bahasa ibu kita mengenal sejarah, adat istiadat, nilai-nilai luhur serta identitas masyarakat kita. Namun, perkembangan zaman ditengah dan kemajuan teknologi, penggunaan bahasa ibu mulai berkurang, terutama dikalangan generasi muda.
Oleh karena itu, Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi momentum penting untuk menumbuh kembangkan kembali kecintaan terhadap bahasa daerah”, ujar Hj. Permana dalam sambutannya.
Dikatakannya, Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026 ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi anak-anak kita dan juga semua guru serta semua kita yang hadir, bahwa pentingnya bahasa daerah ini agar tidak punah dan ditelan kemajuan zaman melalui dunia pendidikan, mari kita jadikan Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai wadah untuk menumbuh kembangkan rasa bangga terhadap bahasa daerah, dengan mencintai bahasa ibu, kita turut menjaga kekayaan budaya memperkuat identitas bangsa.
Saya juga berpesan kepada seluruh peserta Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026 di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan agar meningkatkan pemahaman tentang Festival Tunas Bahasa Ibu serta dampak kedepannya yaitu berupa lestarinya bahasa daerah kita khusus nya di Kabupaten Barito Selatan ini, kalah menang itu biasa di perlombaan, yang penting melatih anak-anak kita bisa percaya diri tampil dan bangga menggunakan bahasa ibu untuk melestari budaya dan memperkuat identitas bangsa.
Sementara Kadis Pendidikan Barsel Dr. Manat Simanjuntak, SPd MPd dalam laporannya mengatakan, bertujuan untuk : 1) Memasyarakatkan, mendiseminasikan, mempublikasikan Program Implementasi Pelindungan Bahasa Daerah; dan Model. 2) Meningkatkan sikap positif dan mutu pengguna dan penggunaan bahasa daerah. 3) Meningkatkan Apresiasi masyarakat terhadap Sastra Daerah. 4) Memperkenalkan dan menanamkan kearifan lokal dan keadiluhungan yang terkandung dalam Bahasa dan Sastra Daerah. 5) Membentuk jejaring dan komunitas kebahasaan dan kesastraan daerah di Tingkat Daerah dan Nasional. 6) Menanamkan pemahaman pentingnya peran Bahasa dan sastra daerah dalam Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. 7) Mempromosikan khazanah kekayaan bahasa dan sastra daerah Barito Selatan. 8) Menggalakkan gerakan berbahasa dan bersastra daerah secara massal.
Pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun ini ada 6 jenis lomba, yaitu :
1. Lomba Mendongeng / Tanuhui dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 2. Lomba Pidato dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 3. Lomba Tradisi Lisan / Tumet Leut / Karungut dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 4. Lomba Komedi Tunggal dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 5. Lomba Cipta Puisi dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 6. Lomba Cipta Cerpen dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan.











