BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Meski terdampak kebijakan efisiensi anggaran secara nasional, Pemerintah Kabupaten Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma bersama Wakil Bupati Wurja tetap mampu menunjukkan hasil kerja nyata. Sepanjang tahun 2025, Pemkab Brebes berhasil memperbaiki 177 kilometer jalan dan 58 jembatan rusak yang tersebar di berbagai wilayah.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Paramitha-Wurja langsung bergerak cepat membenahi sektor infrastruktur sesuai slogan “Brebes Beres.” Tiga ruas utama yang sebelumnya rusak parah bahkan masih berupa tanah, yakni Pamedaran Ketanggungan–Kertasari Banjarharjo, Tanjung–Kersana, dan Klampok–Sawojajar, kini sudah mulus dan aman dilalui.
“Masalah jalan rusak harus diberesi. Kami komitmen membereskan jalan-jalan dan jembatan, sesuai slogan Brebes Beres. Infrastruktur penting karena sangat dibutuhkan warga untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan lainnya,” tegas Paramitha, Rabu (28/1/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Brebes, Dani Asmoro, menyebut perbaikan jalan sepanjang 2025 menelan anggaran Rp 175 miliar. Angka ini lebih kecil dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 237 miliar. “Dampak efisiensi, anggaran 2025 menurun dari Rp 237 miliar menjadi Rp 175 miliar. Sehingga belum bisa memperbaiki secara keseluruhan, tapi kualitas tetap terjaga,” ujarnya.
Warga pun merasakan langsung manfaat pembangunan. Yanto (45), warga Desa Pamedaran, mengaku lega jalan di desanya kini mulus. “Sekarang kalau mau antar dagangan enak, jalan sudah mulus, bagus. Kualitas jalan bagus, diawasi ketat ketebalan betonnya,” katanya.
Sutrisna (43), warga Kertasari Banjarharjo, menuturkan, “Sudah bagus jalannya, tidak becek lagi kalau lewat jalan itu. Dulu sering licin dan rawan kecelakaan.”
Dengan capaian 177 km jalan dan 58 jembatan diperbaiki hanya dalam satu tahun, kepemimpinan Paramitha Widya Kusuma-Wurja menjadi bukti nyata bahwa Brebes mampu bergerak maju meski anggaran terbatas. Program Brebes Beres bukan sekadar slogan, melainkan kerja konkret yang membawa perubahan langsung bagi masyarakat.










